oleh

Jefferson Rogi dan Jihan Abigael Sompie Raih Utu dan Keke Minut 2018

Kalawat, Fajarmanado.com – Perhelatan akbar kontes duta pariwisata Minahasa Utara (Minut) melalui pemilihan Utu dan Keke yang diprakarsai dinas pariwisata Minut sukses digelar. Kegiatan tahunan yang dilaksanakan rutin jelang Hut Minut ini, dipusatkan di Hotel Sutan Raja, desa Watutumou 2 kecamatan Kalawat, Sabtu hingga Minggu (18/10/2018) dini hari.

Kontestasi pemilihan Utu dan Keke Minahasa Utara berlangsung meriah namun penuh ketegangan. Dimalam grand final yang berlangsung hingga dini hari tersebut berhasil menelorkan putra dan putri terbaik untuk menjadi duta pariwisata Minut sekaligus menyanda gelar Utu dan Keke 2018, yakni Jefferson Rogi utusan dinas pertanian dan Jihan Abigael Sompie utusan dari kecamatan Airmadidi.

Jefferson Rogi dan Jihan Abigael Sompie berhasil melalui berbagai tahapan seleksi disaat karantina hingga uji kemampuan intelektual dan kecakapan saat malam grand final yang menghadirkan sejumlah juri dari berbagai kalangan, termasuk insan pers, akademisi, birokrat dan mantan nyong Sulut. Keduanya selain mempunyai kemampuan intelektual juga menguasai bahasa asing sehingga para juri dan audiens yang hadir pada malam grand final sangat terpukau dengan jawaban mereka saat sesi tanya jawab.

Utu 2018 Jefferson Rogi saat diwawancarai usai penobatan Utu dan Keke Minut mengaku senang dan berterima kasih kepada juri, dinas Pariwisata, panitia dan pemerintah kabupaten Minahasa Utara yang telah mempercayakannya untuk menjadi duta pariwisata di bumi klabat tahun 2018 ini. Ia berjanji akan menjalankan kepercayaan ini untuk memajukan dan mempromosikan potensi pariwisata di Minahasa Utara.

“Saya sangat bangga dan bersyukur karena bisa menjadi duta pariwisata Minut tahun 2018. Sebagai duta pariwisata tentu saya akan bekerja maksimal dalam mempromosikan sektor pariwisata Minahasa Utara dikalangan domestik maupun manca negara.”kata Jefferson.

Senada dikatakan Jihan Abigael Sompie, menurutnya jabatan Keke Minut merupakan ladang baginya untuk mengabdi di daerah kelahirannya. Sebagai duta pariwisata Jihan sangat optimis dapat menjalankan amanah ini dengan baik sehingga di tahun 2019 mendatang sektor pariwisata di Minut akan lebih maju dan menjadi sektor andalan dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Minahasa Utara.

“Tahun 2019 Minut ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata oleh pemerintah pusat. Peluang ini akan kita manfaatkan dengan baik untuk mempromosikan seluruh potensi pariwisata di Minahasa Utara terlebih khusus objek wisata di kawasan KEK. Dengan demikian saya sangat optimis sektor pariwisata Minut di tahun 2019 akan lebih maju dan lebih dikenal.”ujar Jihan.

Sementara Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan dalam sambutannya yang dibawakan Sekda Jemmy Kuhu mengatakan, pemilihan Utu – Keke Minahasa Utara tahun 2018 ini merupakan rangkaian dalam rangka memajukan dan mengembangkan potensi pariwisata daerah, menuju kabupaten agribisnis, industri dan pariwisata secara terpadu serta berkelanjutan di tahun 2021.

“Pembangunan kepariwisataan di Minahasa Utara untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus pemegang perananan penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan sehingga pendapatan masyarakat akan meningkat dan masyarakat bisa lebih sejahtera.”papar Kuhu.

Lebih lanjut, dalam sambutannya bupati berharap finalis Utu – Keke memiliki semangat dan kreativitas serta rasa memiliki terhadap kabupaten Minahasa Utara. Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk membimbing dan mengarahkan generasi muda agar dapat melakukan yang terbaik bagi pembangunan daerah terutama dibidang kepariwisataan.

Plt Kepala dinas pariwisata Minahasa Utara, dr. Sandra Rotti saat ditemui usai penyelenggaraan grand final Utu – Keke berharap, para duta pariwisata ini dapat berperan aktif mempromosikan sektor pariwisata di Minahasa Utara sekaligus menjadi “Guide” atau pemandu wisata bagi wisatwan yang berkunjung di Minahasa Utara.

“Modal utama untuk menjadi duta pariwisata tentu harus menguasai seluruh objek wisata yang ada di Minahasa Utara serta menguasai bahasa asing. Kami sangat optimis Utu dan Keke dapat menjalankan tanggung  jawabnya dengan baik untuk mempromosikan sekaligus memajukan pariwisata di Minahasa Utara.”tutur Sandra.

Hadir dalam acara malam grandfinal Kapolres Minut AKBP Alfaris Patiwael SIK MH, Asisten I Minut Drs Rivino Dondokambey, Kepala OPD, para Camat, Nyong dan Noni Sulut 2018, Wulan dan Waraney Minahasa 2018, Nyong Sulut tahun 2000 Hany Jos Payow serta duta pariwisata dari beberapa kabupaten/kota dan ratusan pendukung para finalis.

 

Penulis : Joel 

News Feed