oleh

Komisi V DPR RI dan PT Wika Belum Beri Sikap Soal Penyebab Ambruk Overpass Jalan Tol Manado-Bitung

Kauditan, Fajarmanado.com — Penyebab ambruknya overpass Jalan Tol Manado-Bitung di Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara (Minut) belum juga ada kepastian.

Meski dugaan awal sempat mengemuka jika penyebabnya adalah material coran masih basah, namun Komisi V DPR RI sepakat dengan manajemen PT Wika, kontraktor proyek yang ambruk 17 April 2018 itu, belum bisa memberi kepastian.

Ketua Komisi V DPR RI Farry Djemy Francis mengungkapkan pihaknya masih menunggu hasil investigasi yang sedang dilakukan Polri dan Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR soal penyebab ambruknya overpass yang menelan korban jiwa dua orang meninggal dunia itu.

Menurutnya, hasil investigasi sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab ambruknya box overpass.

“Sudah 13 hari kejadian ini berlalu. Kami masih menunggu hasil investigasi dari Polri dan Komite Keselamatan Konstruksi. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali di Indonesia,” tandasnya.

Francis mengatakan hal tersebut kepada wartawan kerika bersama rombongan Komisi V DPR RI meninjau box overpass jalan tol Manado-Bitung yang naas itu, Selasa (30/4/2018) sore.

Francis mengaku prihatin atas terjadinya bencana yang merenggut korban tersebut.

“Komisi V DPR RI sangat prihatin atas kejadian ini. Kami turut berbelasungkawa,” kata Francis di lokasi proyek box overpass,” ujarnya.

Komisi V DPR RI, lanjut dia, meminta PT Wika agar lebih memperhatikan keselamatan kerja seluruh tenaga kerjanya di proyek tol Manado-Bitung.

Francis menegaskan bahwa peraturan keselamatan kerja melarang tenaga kerja berada di bagian bawah box overpass saat berlangsungnya pekerjaan di bagian atas box overpass.

“Pekerja proyek tidak boleh berada di bagian bawah bangunan bila sedang dilakukan pekerjaan di bagian atas karena bisa membahayakan keselamatan pekerja. Aturan ini tidak bisa dilanggar,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Teknik PT Wika untuk proyek tol Manado-Bitung, Fajar juga mengungkapkan bahwa penyebab ambruknya box overpass sedang diinvestigasi oleh Polda Sulut.

“Ini sementara diinvestigasi. Sampel-sampel sudah diserahkan ke polisi. Tahapan demi tahapan sedang dilakukan. Kami sedang menunggu hasilnya,” katanya.

,Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XV Riel J. Mantik mengapresiasi kunjungan Komisi V DPR RI ke lokasi proyek tol Manado-Bitung.

“Kami sangat senang lokasi ini dikunjungi Komisi V DPR RI. Sebagai informasi keselamatan konstruksi box overpass sedang diinvestigasi polisi. Jadi investigasi ini bukanlah kapasitas BPJN,” katanya.

Lanjut Mantik, seluruh pekerjaan proyek jalan tol Manado-Bitung termasuk pekerjaan box overpass telah dikerjakan berdasarkan prosedur pekerjaan yang ditentukan.

“Kami selalu melaksanakan pekerjaan berdasarkan tahapan yang ada sesuai SOP. Sebagai informasi, box overpass ini adalah bangunan yang ketiga. Dua box overpass yang lainnya telah lebih dulu selesai,” bebernya.

Sebelumnya, Komisi V DPR RI juga melakukan kunjungan kerja ke Desa Treman. Dalam pertemuan yang digelar di Balai Desa Treman, Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam penggunaan dana desa untuk pembangunan desa.

“Yang paling penting dalam pemanfaatan dana desa adalah pedekatan kepada masyarakat desa untuk terlibat aktif dalam pembangunan desa agar berjalan optimal,” katanya.

Usai pertemuan,Komisi V DPR RI bersama perwakilan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi menyerahkan bantuan dana stimulan Bumdes senilai Rp. 50 juta yang diterima langsung Hukum Tua Desa Treman Bernadus Benny Dumanauw.

Selain Francis, rombongan Komisi V DPR RI yang terpantau hadir dalam kunjungan tersebut, yakni, Yoseph Umar Hadi, Sigit Sosiantomo, Nur Yasin dan Bambang Haryo Soekartono.

Tampak hadir pula, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulut Edison Humiang dan Sekkab Minut Jemmy Kuhu.

Editor : Herly Umbas

News Feed