oleh

Selingkuh, ASN Diganjar ‘Ron Kampoeng’ Berteriak Ini

Nanusa, Fajarmanado.com – Gara-gara berselingkuh, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan wanita pasangan hubungan gelap (hugel) nya, kena sanksi adat Desa Karatung Selatan, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut).

Melalui Sidang Adat yang digelar di Desa Karatung Selatan, Senin (9/4/2018), pagi tadi, pria berinisial KA alias Kar (45 tahun), oknum ASN ini dan SB alias Sat, ibu rumah tangga (IRT) berusia 31 tahun ini, diganjar “ron kampoeng’ (keliling desa).

Pasangan haram ini, tak hanya sekadar keliling kampung, tapi didampingi tokoh-tokoh adat desa bersama aparat kepolisian dan TNI diwajibkan berteriak lantang melalui megaphone, mdmbaca komsep; “Jangan msngikuti kami, karena kami telah berbuat zinah.”

Sidang Adat dipimpin oleh Ratu’n Banua Desa Ginimbale H. Bungkaes, Inangu Wanua Desa Ginimbale M. Samura, Kepala Desa Karatung Selatan B. Gahansa, Kepala Desa Karatung Tengah D. Lua.

Selain ke dua pasangan selingkuh, sidang adat juga ikut dihadiri para Pentua Adat, Babinsa Desa Karatung Selatan Serda Moningkey, Bhabinkamtibmas Desa Karatung Selatan Briptu Kenedi, Kanit Bimas Bripka D. M. Lua dan KSPK T. J. Pasahokang.

Kepala Desa Karatung Selatan B Gahansa mengatakan, dalam sidang adat ini, siapapun yang tersangkut dalam kasus dalam desa harus diselesaikan secara adat.

“Karena adat di Desa Karatung seperti ini, jadi ketika ada permasalahan, khususnya perzinahan atau hugel kasus tersebut harus melalui sidang adat terlebih dahulu, untuk memutuskan apakah kasus tersebut ditangani oleh hukum adat atau langsung dibawa ke pihak Kepolisian,” jelasnya.

Hasil sidang adat menyatakan, kedua pelaku perselingkuhan tersebut mendapatkan hukuman adat, yaitu berteriak di dalam kampong dengan kalimat ‘Jangan mengikuti kami, karena kami telah berbuat zinah’.

“Ini untuk diperdengarkan ke masyarakat Desa Karatung hingga ada efek malu dan efek jera,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan, kedua tersangka sudah berhubungan sejak tahun 2013 sil. Mereka melakukan perbuatan itu karena didasari hubungan suka sama suka.

Hubungan asmara keduanya terbongkar ketika pada hari Selasa, 27 Maret 2018 sekira pukul 02.30 Wita, perempuan MT alias Mel (48 tahun) tengah mencari AK alias Kar, suaminya, yang belum juga pulang rumah menjelang subuh.

Saat berjalan ke belakang rumah, tiba tiba saksi mengaku melihat perempuan SB berlari dengan tidak memakai celana. Celana yang bersangkutan tertinggal di pekuburan tepat di belakang rumah tersebut.

Saksi kemudian mengambil celana tersebut dan dibawa ke rumahnya.

Pada hari Jumat, 2 April 2018 sekitar pukul 18.00 Wita, SB alias Sat datang ke rumah saksi dengan maksud untuk mengambil celana yang sempat saksi ambil. Saat itu, SB mengaku telah melakukan perbuatan persetubuhan dengan lelaki KA, suami MT.

Editor : Herly Umbas

News Feed