oleh

BPBD Mitra Imbau Masyarakat Antisipasi Bencana Musim Hujan

Ratahan, Fajarmanado.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mengimbau masyarakat untuk memantau dan mengantisipasi terjadinya bencana pada musim hujan.

Masyarakat dapat melakukan antisipasi terhadap potensi terjadinya bencana, semisal melakukan pembersihan saluran-saluran air hujan maupun pemangkasan terhadap dahan-dahan pohon yang rapuh maupun terlalu lebat,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Mitra Ferry Uway kepada wartawan di Ratahan, Kamis (22/2/2018).

Menurut dia, ancaman banjir dan angin kencang maupun petir pada musim hujan cukup tinggi sehingga dibutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari masyarakat.

“Masyarakat perlu mewaspadai beberapa potensi bencana yang dimungkinkan melanda Minahasa Tenggara di awal musim hujan ini. Antara lain, angin ribut atau puting beliung, sambaran petir, banjir, hingga tanah longsor,” katanya.

Baca Juga :  Mulai Jumat Besok, Pengurusan SKJ Secara Online

Ia mengatakan beberapa jenis bencana sulit diprediksi maupun dipetakan lokasi dan pola kejadiannya.

“Angin kencang dan petir itu susah dipetakan. Maka itu, lebih baik jika masyarakat bisa mengantisipasi ancaman bahaya yang mungkin ditimbulkan,” katanya.

Makwan mengatakan masyarakat juga mewaspadai ancaman banjir luapan sungai saat memasuki musim hujan.

“Selain sungai yang berhulu di Gunung Merapi, sungai kecil juga perlu diwaspadai potensi bencananya,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat perlu mewaspadai potensi terjadinya banjir atau limpahan air dari sungai saat musim hujan ini. Terutama, jika terjadi hujan lebat di wilayah hulu namun terang benderang di wilayah aliran sungai.

Baca Juga :  Sah..! DPRD Mitra Ketok Perda Pendidikan dan Tempat Pemakaman

“Kondisi ini bisa memunculkan terjadinya peningkatan debit air di kawasan sungai secara mendadak. Air bisa meluap dan menggenangi sekitar bantaran sungai. Ketika musim hujan seperti ini, masyarakat sebaiknya tidak banyak beraktivitas di sekitar alur sungai,” katanya.

Ia mengatakan hal tersebut rawan terjadi untuk sungai-sungai kecil yang alirannya melewati areal pemukiman warga, semisal Sungai palaus dan Lawler karena air hujan tidak terserap ke tanah dan langsung terbuang ke sungai.

“Jika curah hujan tinggi dan debit air meningkat sementara daya tampung sungai terbatas, air bisa meluap dan berpotensi membanjiri pemukiman,” katanya.

Penulis : Didi Gara

News Feed