Manado, Fajamanado.com – Posisi staf ahli kepala daerah terlanjur diklaim sebagai ‘jabatan buangan’. Selain tidak memiliki pegawai sebanyak jabatan eselon dua lain, juga tidak mengelola keuangan daerah.
Namun, Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Wagub Sulut) Drs Steven Kandouw terkesan menepis pandangan tersebut. Ketika Rapat Koordinasi (Rakor) Staf Ahli se Provinsi Sulut, ia justru menegaskan bahwa keberadaan staf ahli kepala daerah sangat penting.
“Staf Ahli Kepala Daerah memiliki fungsi memberikan saran, pertimbangan dan penyediaan informasi serta analisis terhadap setiap proses pengambilan kebijakan yang dilakukan Kepala Daerah dalam proses Pemerintahan,” katanya di Manado.
Ia menegaskan, jabatan staf ahli merupakan amanat peraturan pemerintah (PP) Nomor 41 tahun 2009 tentang organisasi perangkat daerah. “Jadi, jabatan staf ahli kepala daerah sangat penting,” ujarnya pada Rakor Staf Ahli yang dihadiri oleh Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Drs Hadi Prabowo, MM pada Jumat (29/09/2017).
Rakor Staf Ahli, yang juga dihadiri Sekprov Edwin Silangen SE, MS, selain para staf ahli Pemprov Sulut juga melibatkan para staf ahli 15 kabupaten kota se daerah Nyiur Melambai.
Begitu staregisnya peran para staf ahli ini, Kandouw pun mengharapkan agar para staf ahli kepala daerah benar-benar menunjukkan keahlian di bidang masing-masing.
Oleh karena itu, lanjut dia, staf ahli harus selalu memotivasi diri agar senantiasa bisa menambah wawasan, baik melalui literatur, pemanfaatan teknologi informasi maupun melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat) sesuai bidang tugas.
“Ahlinya staf ahli juga dapat ditingkatkan dengan selalu mengikuti pertemuan diskusi, pembahasan rancanagan peraturan daerah atau peraturan Gubernur, Bupati/Walikota dan sebagainya,” ungkap Kandouw, yang mantan Ketua DPRD Sulut ini.
Untuk itulah, ia selanjutnya berharap melalui forum ini akan meningkatkan sinergitas tugas staf ahli dalam mendukung percepatan realisasi program kerja jajaran Pemprov Sulut , termasuk pemerintah kabupaten dan kota.
Selain pejabat dari Kemendari, Rakor juga ikut dihadiri oleh para pejabat eselon II lingkup Pemprov Sulut.
Editor : Herly Umbas

