Airmadidi, Fajarmanado.com — Rencana pembangunan Zero Point atau titik nol di wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) di antara Kelurahan Sukur dan Desa Matungkas ternyata membutuhkan sumber pembiayaan lain.
Kepala Bappelitbang Minut Arnolus Wolajan SSTP MM mengatakan, pembangunan Zero Point ternyata tidak bisa menggunakan biaya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minut terpaksa harusmencari sumber dana lain.
“Sesuai petunjuk dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Minut diharapkan bisa mencarikan dana lebih besar untuk pembangunan Zero Point tersebut,” tutur Wolajan kepada Fajarmanado.com di Airmadidi, Sabtu ()1/07/2017), pagi tadi.
Mengenai kemungkinan menggunakan dana melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), menurutnya, juga tidak memungkinkan. Karena dana yang tersedia pada tahun anggaran 2017 ini lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak untuk kesejahteraan masyarakat.
“Jangan sampai nantinya ini membuat masyarakat resah. Menurut saya pembangunan Zero Point masih belum masuk dalam kebutuhan mendesak, jadi pembangunannya bukan sekarang. Harus ada perhitungan untuk memastikan apakah keuangan daerah cukup atau tidak,” ujar mantan Plt Sekda Minut ini.
Sementara itu, Irma Kaseger,salah satu warga Airmadidi mengatakan, sangat mendukung apa yang dikatakan Wolajan. Pasalnya, lanjut dia, sampai saat ini masih banyak pembangunan di Minut yang harus dibenahi yang tentunya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
“Memang kalau dilihat secara megah, keberadaan Zero Point nantinya dapat menjadi salah satu kebanggaan Minut. Namun, pemerintah harus memperhatikan juga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pelayanan menuju kesejahteraan,” tegas Kaseger, sembari juga mengingatkan soal Ruang Terbuka Hijau (RTH),khususnya di Kota Airmadidi masuk dalam kelompok Kota Hijau. Jadi pembuatan RTH harus didukung APBN.
Penulis : Rusdiyanto Rantesalu
Editor : Herly Umbas

