oleh

Pesik : BPBD Bukan Badan Penunda Bencana

Tondano, Fajarmanado.com – Cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Minahasa dan sekitarnya selang beberapa pekan terakhir, telah menimbulkan kekhawatiran buat masyarakat. Mereka pun meminta supaya pemerintah selalu bersiaga dan meningkatkan kewaspadaan.

Apalagi daerah ini sangat rentan dengan berbagai macam potensi bencana. Sebut saja tanah longsor, banjir dan angin puting beliung. Sejumlah bencana tersebut sudah pernah terjdi di Minahasa dan telah menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

Untuk itu, masyarakat meminta supaya di titik-titik tertentu harus disiagakan alat berat. “Jalur Tondano-Manado via Koka-kembes dan jalur Tomohon-Kawangkoan yang melewati wilayah minahasa di Sonder adalah urat nadi jalur kendaraan dan perekonomian. Karena itu, kedua jalur tersebut tidak boleh lumpuh,” ujar Herry Plangiten.

“Begitu terjadi bencana tanah longsor yang menutupi badan jalan, harus segera dibersihkan baik siang ataupun malam supaya kendaraan bisa segera lewat. Tentunya, alat berat harus selalu siaga,” tambahnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Johanis Pesik mengatakan kalau pihaknya selalu waspada 1×24 jam. Namun, untuk menangani bencana memerlukan kerjasama dari semua pihak termasuk Camat, Lurah dan Kumtua. “Intinya kami siap. Karena itu, jika ada bencana, tolong segera diinfokan ke kami,” ujar Pesik.

Pesik juga berpesan supaya masyarakat yang bermukim di lokaso-lokasi yang rawan tertimpa bencana untuk lebih waspada. Harus lebih bijaksana. Jangan hanya memikirkan harta benda lantas keselamatan diri diabaikan.

“BPBD bukan badan pencegah bencana. Karena bencana adalah fenomena alam. Dan kita tidak bisa mencegah fenomena alam. Tapi sebagai manusia berhikmat, tentu kita bisa menilai dan memprediksi hal-hal yang berpotensi menimbulkan bencana. Sehingga kita bisa meminimalisir kerugian akibat bencana yang terjadi,” jelas Pesik.

(fis)

News Feed