Astaga...! Talud Wori Tak Bermasalah, Inspektorat Minut Salah Hitung
TALUD Wori yang dikeluhkan warga ternyata tidak ada masalah sama sekali, ternyata pihak Inspektorat Minut salah perhitungan terkait kedalaman tanggul.(foto: ist)

Astaga…! Talud Wori Tak Bermasalah, Inspektorat Minut Salah Hitung

Airmadidi, Fajarmanado.com — Ada kejanggalan dalam pemeriksaan Inspektorat Minut terhadap talud penahan ombak yang dibangun dari Dana desa (Dandes) tahap pertama di tahun 2016 sebesar Rp250 juta di Wori. Pasalnya, oleh Kepala Inspektorat Minut Umbase Mayuntu Ssos Msi menyatakan jika itu ada terjadi kesalahan dalam pemeriksaan.

“Soal tanggul di Wori, itu hanya karena salah perhitungan. Soalnya awal pemeriksaan pertama terhitung hanya kedalaman 25 centimeter, namun saat diperiksa kembali, ternyata kedalamannya 60 centimeter,” tutur Mayuntu, Minggu (14/5/2017).

Talud penahan ombak di Wori sudah diperiksa Inspektorat Minut pada awal bulan April 2017 lalu. Namun usai pemeriksaan, Inspektorat Minut belum bisa mempublikasikan hasil pemeriksaan tersebut sehingga menjadi pertanyaan warga Wori.

Permasalahan talud ini pun sudah menjadi perhatian pihak Kejaksaan negeri (Kejari) Minut untuk dilakukan pemeriksaan karena diduga ada indikasi penyalahgunaan anggaran. “Kami tidak bisa turun tanpa data yang jelas. Tapi jika Inspektorat Minut sudah selesai periksa, kami akan minta hasilnya untuk ditindaklanjuti,” ujar Kasie Intel Kejari Minut Didi SH waktu lalu.

Sementara itu Kumtua Wori Rommy Maramis saat dikonfirmasi membantah semua apa yang dituduhkan warga kepadanya. Menurutnya, sentimen warga kepadanya sudah ada sejak usai Pemilihan hukum tua (Pilhut) lalu, dimana calon Hukum tua (Kumtua) dari warga-warga yang memfitnahnya tidak menang dalam Pilhut.

“Mereka adalah barisan sakit hati sampai menjelek-jelekkan saya. Memang talud itu saya yang bangun tapi itu sesuai dengan hasil Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) desa waktu lalu sebelum saya menjadi Kumtua,” ungkap Maramis seraya menambahkan jika dirinya pernah menambah Rp20 juta untuk membangun talud tersebut.

Sebelumnya, Keluhan warga Desa Wori akan pembangunan talud pemecah ombak yang diduga bermasalah, langsung ditanggapi oleh Inspektorat Minut. Inspektorat berjanji akan turun melakukan sidak ke Desa Wori untuk melihat langsung pembangunan talud tersebut sekaligus meminta laporan pertanggungjawaban  penggunaan anggaran proyek karena dinilai bermasalah. Sebab berdasarkan penilaian warga jika pembangunan talud itu ada indikasi ke dugaan korupsi dari Kumtua Wori.

“Dari laporan warga ini, kami sudah mengagendakan pemeriksaan atau sidak khusus di Desa Wori terkait adanya laporan warga,” ujar Kepala Inspektorat Minut Umbase Mayuntu SSos MSi, ketika dikonfirmasi, Selasa (18/4/2017).

(udi)