Hardiknas 2017, Gubernur Olly Klaim Mutu Pendidikan Sulut Meningkat

Hardiknas 2017, Gubernur Olly Klaim Mutu Pendidikan Sulut Meningkat

Manado, Fajarmanado.com — Peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Pemprov Sulut, Selasa (2/5/2017) melaksanakan Upacara Bendera dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE sebagai Inspektur Upacara (Irup).

Gubernur Sulut dalam kesempatan itu menyebutkan telah melakukan peningkatan mutu pendidikan di segala tingkatan.
Ia menyatakan bangga melihat hasil pelaksanaan ujian berbasis komputer berjalan baik tanpa kendala.

“Pelaksana ujian berbasis komputer di Sulut rata-rata sudah memiliki jaringan, berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Olly Dondokambey.

Tidak sampai situ, Gubernur OD, sapaan akrabnya, menegaskan, tingkat kelulusan yang merata membuktikan semua sekolah melalui para guru telah berhasil meningkatkan mutu pendidikan, termasuk kelulusan ujian melalui system berbasis computer.

“Kita berhasil melaksanakan ujian berbasis komputer menjadikan pendidikan di Sulut tidak kalah dengan daerah dan kota-kota besar di Indonesia. Kedepan akan lebih baik termasuk bekerja-sama dengan perusahaan komunikasi agar 2018 mendatang semua daerah di Sulawesi Utara sudah terkoneksi jaringan,” terang Dondokambey.

Upacara bendera peringatan Hardiknas 2017 ini juga diikuti perwakilan pelajar, mahasiswa, guru dan pramuka. Hadiri juga Wagub Steven Kandouw, Sekprov Edwin Silangen, pejabat Eselon II di lingkungan Pemprov Sulut, Ketua DPRD Sulut Andre Angouw, mantan Wagub Djouhari Kansil, unsur Forkompimda dan instansi pendidikan lainnya.

Terpisah Wakil Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulut, Risat Sanger SIP berpandangan bahwa, mutu pendidikan di Sulut harus dipreoritaskan dan perlu disiapkan formula yang baik untuk menunjang kualitas peningkatan pendidikan di Sulut.

“Saya melihat bahwa baik siswa maupun tenaga pendidikan harus diberi semacam stimulus pendidikan yang bisa meningkatkan gairah belajar dan mengajar mereka. Stimulus itu, misalnya dalam bentuk beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu berprestasi dan mahasiswa berprestasi,” ujarnya.

Alumni Unsrat ini menambahkan, target pemenuhan pendidikan saat ini terfokus pada tingkatan SMA, padahal motivasi pendidikan untuk peserta didik perlu ditingkatkan lagi.

(ton)