Amurang, Fajarmanado.com – Ironis! Nyaris setahun, Perusahaan Daerah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Minsel dinilai ‘mati-mati ayan’, ibarat hidup sulit mati pun tak bisa.
Pasca Direktur Utama (Dirut)nya John Sorongan, SE didera sakit, sejak awal tahun 2016, suplai air bersih PDAM mandeg. Kalau pun ada wilayah yang terlayani, tidak kontinyu.
“Kkami warga Amurang merasa tidak aman lagi karena tidak mengkonsumsi air bersih,” kata mereka senada kepafa Fajaranado.com dalam sepekan ini di Amurang.
Ketika dikonfirmasi, kata mereka juga senada, sumber air din Desa Pinaling yang menjadi sandaran pensuplai utama tidak lagi berfungsi sejak akhir 2016.
“Bagi apa yang jadi alasan selama ini tinggal alasan saja, karena Kantor PDAM di Kelurahan Buyungon Kecamatan Amurang sudah tidak dipakai lagi,” ujar Sinyo Sondakh, warga Buyungon.
Wakil Ketua DPRD Minsel, Franky Jirro F Lelengboto, ST mengungkapkan sinyamelen senada. “Barangkali, soal sumber air, itu hanya alasan saja,” paparnya.
Ia menilai, permasalahan ini hanya diakibatkan oleh manajemen yang tidak produktif lagi karena Dirut berhalangan akibat sakit. “Bukan bermaksud apa-apa, demi pelayanan, Bupati harus mengambil sikap,” ujarnya.
Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setdakab Minsel, Drs Alex Slat membenarkan hal tersebut. “Ini semua karena baik direktur maupun direksi tak bisa melaksanakan tugas dengan optimal karena sakit,” katanya.
Slat mengungkapkan pihaknya akan memanggil Dirut semua direksi untuk membahahas pelayanan PDAN yang dinilai mati suri. “Apabila penyebabnya karena pimpinan PDAM tidak bisa lagi bekerja secara optimal, akan saya sampaikan kepada bupati untuk diambil langkah-langkah yang tepat,” ungkap Slat.
Ia mengatakan, rencana pemanggilan pimpinan PDAM untuk rapat dan membahas bersama berbagai persoalan di perusahaan daerah tersebut akan dilakukan pekan depan. “Semoga saja ada sulusi terbaik,” ujarnya.
(andries)

