BPMPD: Dana Pelatihan BPD Minahasa Dikelola Oleh EO
Drs Ronald Rundungan

BPMPD: Dana Pelatihan BPD Minahasa Dikelola Oleh EO

Tondano, Fajarmanado.com – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Minahasa menyatakan pelatihan pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se Minahasa selang 12—15 Desember 2016 di Mercure Manado Tately Beach Hotel,  tidak dilakukan langsung BPMPD.

“Itu dikelola atau ditangani oleh EO (Event Organisastion),” kata Sekretaris BPMPD Minahasa Drs Ronald Rundungan menjawab Fajarmanado.com, Kamis (22/11)

Dihubungi melalui saluran telepon seluler, Rundungan tidak menafikkan jika pihaknya tetap terlibat karena teknis pelaksanaan dan materi-materi pelatihan pelatihan yang diberikan.

“Kami hanya memberikan bahan-bahannya dan merekomendasikan para narasumber yang tampil. Semua ditangani langsung oleh EO dari Manado,” ujarnya.

Ruindungan juga membenarkan jika setiap desa menyetor dana pelatihan pengurus BPD dan diambil dari Alokasi Dana Desa (ADD).

Dana pelatihan itu telah ditata sebagai salahsatu item penggunaan ADD 2016 di semua 227 desa yang tersebar pada 25 kecamatan di Miinahasa.

Apakah sebesar Rp.2.800.000 per desa, ditanya demikian, ia mengatakan, “Ya, begitu karena memang sudah masuk dalam anggaran ADD pada semua desa.”

Untuk itu, Ruindungan menampik jika pihaknya telah memanfaatkan program tersebut layaknya kegiatan proyek. “Oh tidak, karena yang mengelolanya adalah IO. Kami cuma membantu saja,” katanya.

Ia juga membenarkan jika biaya pelatihan 227 pengurus BPD, yang jika ditotal mencapai Rp.635.600.000 itu, terkesan sangat berlebihan.

“Kalau dihitung hanya menginap biasa memang orang akan menganggap berlebihan. Tapi kan, di semua hotel ada beberapa penawaran paket. Nah, yang diambil IO adalah paket full board,” ungkapnya.

Paket komplit ini, jelasnya, meliputi semua kebutuhan kegiatan pelatihan mulai dari akomodasi, konsumsi lengkap sampai pengunaan gedung pertemuan, sound system dana peralatan pendukung kegiatan pelatihan lainnya serta honor para narasumber.

“Saya tidak bisa mempersalahkah kalau ada yang menilai begitu, karena barangkali mereka hanya mengira-ngira saja, membandingkan biaya menginap biasa dengan paket full board,” jelas Rundungan.

(ely)