Tomohon, Fajarmanado.com – Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito, SE, MM kembali berkunjung di Kota Tomohon. Setelah di Kantor Sinode GMIM pada 29 November 2016, pria 53 tahun ini menyambangi Kantor Walikota Tomohon, Kamis (15/12) tadi.
Jebolan Akademi Militer (Akmil) 1986 ini pun dijemput Walikota Tomohon Jimmy Feldie Eman, SE.Ak dan Wakil Walikota Tomohon Serly Adelyn Sompotan serta jajaran Pemkot Tomohon.
Kedatangan Pangdam di pusat pemerintahan kota religius dan pendidikan ini pagi tadi, bertepatan dengan kegiatan Dialog Pemerintah Kota Tomohon bersama aparat kelurahan serta Linmas yang digelar di kantor Walikota.
Mewakili masyarakat dan seluruh jajaran Pemkot Tomohon, Walikota Jimmy Feldie Eman dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pangdam XIII Merdeka Ganip Warsito yang telah bersedia datang di Kota Tomohon sekaligus melakukan tatap muka dengan para aparat kelurahan serta Linmas.
Gayung pun bersambut. Pada kesempatan itu, PangdamTNI Ganip Warsito juga mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat berkunjung kembali di Kota Tomohon.
“Seperti yang saya dengar maupun lihat melalui berita di media-media nasional tentang Kota Tomohon, ternyata Kota Tomohon lebih indah apabila kita melihat langsung,” ungkap Pangdam.
Pangdam Warsito mengungkapkan pula kebanggaannya terhadap keberadaan sosial budaya warga Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) setelah melakukan peninjauan langsung dan bersosialisasi dengan masyarakat dan jajaran pemerintahannya.
“Sulawesi Utara adalah Indonesia yang sesungguhnya,” ujar Pangdam.
Warsito mengungkapkan, Sulut adalah daerah di mana nilai-nilai Pancasila sangatlah dirasakan, seperti kerukunan antarumat beragama, toleransi dan saling mnghormati satu sama lain. “Hal ini sangatlah jarang didapati di daerah-daerah lain,” katanya.
Pangdam juga mengatakan, para aparat kelurahan, mulai dari lurah sampai kepala lingkungan serta Linmas merupakan ujung tombak atau mata telinga dalam menghadapi dinamika perkembangan situasi di masyarakat.
Peran aparat pemerintahan paling bawah dan Linmas, menurutnya, sangatlah penting dalam suatu daerah agar segala permasalahan-permasalahan yang ada saat ini, seperti narkoba, tindak kekerasan dan Pungli dapat langsung diantisipasi dan ditanggulangi serta dipecahkan bersama-sama.
Pangdam pada kesempatan tersebut juga menjelaskan mengenai keberadaan gedung kantor eks Rindam (Resimen Induk Kodam) yang berada di kota Tomohon, tepatnya di Kelurahan Kakaskasen Tiga.
Bangunan kantor yang sempat menjadi pusat perkantoran pemerintahan Kota Tomohon ini, kata Warsito, akan diusulkan untuk direnovasi supaya dapat segera digunakan dan dioperasionalkan.
“Sesuai rencana Rindam di Tomohon akan dijadikan Markas Komando Rindam dan Satuan Pendidikan Bela Negara,” ungkapnya.
Di kawasan itu pula, diproyeksikan akan akan dijadikan tempat pelatihan-pelatihan bagi masyarakat apapun bentuknya. Kegiatan pelatihannya akan bersinergi dengan pemerintah Kota Tomohon.
“Juga akan ada satuan pendidikan yang menangani sekolah calon tamtama dan calon bintara, sekolah kejuruan keahlian tertentu serta satuan yang menangani masalah bela negara,” pungkas Pangdan Warsito.
Hadir mendampingi Pangdam Warsito dalam acara dialog ini, yakni Kepala Seksi Teritorial Korem 131/santiago Kolonel Inf. Theo Kawatu, Kapolres Tomohon AKBP Monang Simanjuntak, SIK, Kajari Tomohon Moh. Noor, HK, SH,MH , Ketua PN Tondano Julien Mamahit, SH. MH.
Selain itu, juga Ketua DPRD Tomohon Ir. Mikky Junita Wenur, Sekretaris Daerah kota Tomohon Dr. Arnold Poli, SH, MAP berserta jajaran serta seluruh Camat, Lurah dan perangkat kelurahan dan Linmas se- Kota Tomohon.
(prokla)

