Sampah ‘Kepung’ Kota Amurang, Umboh: Butuh 10 Mobil Sampah
Sampah menumpuk di salahsatu sisi Kota Amurang. Foto: Andries Pattyranie.

Sampah ‘Kepung’ Kota Amurang, Umboh: Butuh 10 Mobil Sampah

Amurang, Fajarmanado.com – Kota Amurang dinilai masih sangat sulit meraih piala Adipura. Pasalnya, sampah masih juga ‘mengepung’ ibu kota Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ini.

Selang 13 tahun menjadi daerah otonom, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel tercatat telah beberapa kali mengikutsetakan Kota Amurang dalam lomba Adipura kategori kota kecil namun belum pernah berhasil.

Pdt Landy Umboh, M.Teol menilai bahwa ada dua faktor utama yang dibutuhkan untuk menciptakan Kota Amurang yang bersih yang bebas sampah dan hijau. Yakni, kesadaran masyarakat dan keseriusan Pemkab Minahasa.

Tokoh agama Minsel ini mengatakan, kedua faktor tersebut harus saling mendukung. Di satu sisi, kesadaran masyarakat hidup bersih lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya belum cukup tinggi.

Di sisi lain, Pemkab Minsel belum menyediakan fasilitas yang penampungan awal sampah dengan berupa Tempat Pembuangan Sementara (TPA) yang memadai dan tersebar sampai di sudut-sudut kota.

“Makanya tak heran kalau setiap hari kita bisa menemukan ada saja sampah yang dibuang sembarangan. Kalau toch di buang pada suatu tempat, hanya dibiarkan menumpuk sampai berhari-hari karena tidak rutin langsung diangkat,” ujar Umboh.

Meski demikian, Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Syaloom Sentrum Amurang ini mengatakan, pihak Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Minsel tampak  sudah bekerja maksimal.

“Yang jadi persoalan, pengelolaan sampah di kota ini belum didukung dengan armada angkutan sampah yang cukup. Idealnya, untuk bisa mengangkut sampah di Kota Amurang ini tepat waktu pada pagi hari, butuh sekitar 10 mobil sampah,” ujarnya.

Umboh mengatakan, volume produksi sampah masyarakat Kota Amurang sudah bisa dikategorikan cukup besar. “Saya tahu anggaran pemerintah relatif terbatas, tapi ada beberapa terobosan yang dapat dilakukan,” katanya.

“Setahu saya, di Kementerian PUPR ada dana untuk program sanitasi kota. Nah, Pemkab Minsel bisa mengajukan permohonan ke sana, seperti dilakukan pemkab dan pemkot lain di Provinsi Sulut ini,” sambung Umboh.

.Teol juga menilai, idealnya Amurang memiliki sekitar 10 mobil sampah. ‘’Sebab, kondisi sampah di Amurang dan sekitarnya sangat parah. Dengan demikian, melalui persediaan mobil sampah tersebut, maka diharapkan kebersihan Amurang akan terjaga. Tetapi ingat, Pemkab Minsel harus berdayakan pekerja kebersihan.Jangan sia-siakan mereka, sebab mereka (pekerja kebersihan, red) hujan dan panas tetap bekerja,’’ujarnya.

Pemerhati pembangunan Minsel, Drs Ferry Mohede menyatakan hal yang sama. “Soal pengadaan mobil sampah, bisa juga diminta dari perusahaan-perusahaan swasta maupun BUMN yang ada di daerah ini,” katanya.

Menurut Mohede, langkah ini tidak berlebihan karena setiap perusahaan diwajibkan menyisihkan dana untuk program  community social responsibility (CRS) atau community development (Komdev).

“Saya kira perusahaan-perusahaan besar bisa membantu mobil sampah, sedangkan perusahaan sedang dan kecil untuk pengadaan TPS-TPS sampah di wilayah pemukiman penduduk,” ujarnya.

(andries)