oleh

Tanpa Bantuan Pemkab, Jamaah Masjid Nurul Huda Rayakan Idul Adha

Kawangkoan, Fajarmanado.com – Meski tanpa bantuan hewan kurban dari Pemkab Minahasa namun jamaah Masjid Nurul Huda Kawangkoan tetap merayakan Idul Adha 1437 Hijriah dengan suka cita.

Tak kurang tujuh ekor sapi berbagai ukuran, Senin (12/9) disembelih di bawah tenda yang terletak di Kelurahan Kinali.

Diringi lagu-lagu berirama kasidah, tiga kelompok jamaah pria tampak ceria menunaikan tugas masing-masing. Kelompok pertama menyebelih, kedua memenggal-menggal menjadi beberapa bagian dan kelompok terakhir melakukan penimbangan daging dan tulang sapi yang siap dibagikan kepada 270 kepala keluarga jamaah masjid setempat.

“Semuanya tujuh ekor. Lima yang dibeli secara swadaya oleh kelompok-kelompok jamaah, dua merupakan sumbangan dari Geothermal (PT Pertaminan Geothermal Energi),” kata Sukardi Harun, salahsatu personil panitia Idul Adha Masjid Nurul Huda Kawangkoan kepada Fajarmanado.com di lokasi penyembelihan sapi kurban, Senin (12/9)

Kadi, sapaan akrabnya, mengaku tak tahu persis kenapa Pemkab Minahasa tidak lagi memberikan hewan kurban kepada mereka pada perayaan Idul Adha tahun ini.

“Biasanya, satu minggu sebelum acara perayaan hari kurban seperti ini sudah ada informasi resmi dari Pemkab. Kami tunggu sampai tadi malam, tetap saja tidak ada kabarnya,” papar pria yang sehari-hari berjualan kacamata ini.

Namun Kadi menyatakan bahwa tanpa bantuan hewan kurban dari pemerintah, tidak akan menyurutkan niat dan semangat jamaah Masjid Nurul Huda untuk memaknai perayaan Idul Adha tahun ini.

“Ya, kami cukup-cukupkan saja. Kalau tahun-tahun lalu setiap kepala keluarga memperoleh jatah lebih banyak, tentu agak berkurang hari ini,” ujarnya didampingi tokoh umat Mualim Kawangkoan, Harris Dawali, pesepakbola potensial Sulut di era tahun 1980-an ini.

Namun Kadi belum bisa memastikan jika berapa kilogram yang bakal diperoleh setiap keluarga.“Kita timbang dulu total beratnya, baru dibagi-bagi merata kepada setiap kepala keluarga,” jelasnya.

Hal itu juga disampaikan Kadi melalui pengeras suara di bangsal penyembelihan hewan kurban siang tadi. Bahkan, dia mengingatkan agar semua yang terlibat dalam tahapan penyembelihan untuk tetap menjaga kebersihan. “Kalau ada yang ke toilet, misalnya, harus cuci tangan dengan sabun bila hendak kembali bekerja jangan sampai daging kurban ini terkena virus,” ujarnya.

Camat Kawangkoan, Dra Meike Ondang-Rantung mulai subuh sudah berada di kawasan pemukiman umat Muslim yang tersebar di Kelurahan Sendangan Tengah dan Kelurahan Kinali.

“Ibu Camat sengaja hendak memantau aktivitas jamaah Muslim dan kemungkinan kalau ada bantuan hewan kurban yang diserahkan tadi pagi, tapi ternyata tidak ada,” ujar Boyke Rompas, Kepala Lingkungan Tiga Kelurahan Sendangan Tengah, yang mengaku sempat mendampingi camat pada pagi subuh tadi.

(ely)

News Feed