oleh

Arsenal Menanti Kelahiran Dinasti Baru

FAJARMANADO.com – Belum sepekan meraup pujian tinggi karena mengalahkan Manchester City, Arsenal malah mengalami turbulensi di luar nalar. Pada lagaBoxing Day (26/12/2015), The Gunners dipukul oleh Southampton 0-4.

Kendati Gunners kemudian bangkit dan mengalahkan Bournemout, peristiwa di Stadion St Mary’s itu sungguh memilukan bagi Arsenal dan sekaligus mengherankan bagi banyak pihak.

Pasalnya, kesuksesan pada Senin (21/12/2015) lalu saat menekuk The Citizens tak hanya menciptakan asumsi bahwa Arsenal sangat berpotensi menjadi juara, tapi juga asumsi tentang lahirnya sebuah dinasti baru.

Manajer Arsenal, Arsene Wenger, telah dianggap akan kembali melahirkan dinasti baru dalam beberapa tahun ke depan, dimulai dengan menjuarai Premier League musim ini.

Anggapan tersebut muncul seiring dengan melemahnya tim-tim kuat seperti Chelsea dan Manchester United.

Para pecinta sepak bola Inggris meyakini konsistensi Arsenal akan mengantar mereka ke podium juara pada akhir musim 2015-2016 saat tim-tim seperti Chelsea dan United terus mengalami naik-turun di kompetisi Premier League.

Legenda Inggris, Stuart Pearce, menjadi salah satu yang ikut melemparkan asumsi tersebut.

“Kemenangan Arsenal atas Manchester City menunjukkan jika lawan tidak konsisten untuk menjuarai liga musim ini. Sebaliknya, Arsenal merupakan klub yang paling stabil,” ungkapnya.

Pearce juga menyebut dasar analisisnya berangkat dari fakta bahwa Arsenal telah menjuarai Piala FA dalam dua tahun beruntun, stadion yang luar biasa, pusat pelatihan bagus, serta catatan keuangan di bank yang seimbang.

Jadi, di tengah kondisi krisis yang dialami oleh Chelsea dan ketidakjelasan arah United sekarang, terbuka sekali kesempatan bagi Arsenal untuk kembali menciptakan dinasti juara, seperti kala diperkuat oleh Thierry Henry cs.

Namun, kekalahan dari Southampton langsung menimbulkan keraguan apakah dinasti baru akan benar-benar lahir?

Masa Indah

Sejak 1996 sampai awal 2000-an, Arsenal bersama Wenger pernah merasakan masa-masa indah karena hidup bersama dinasti juara. Sepanjang masa itu, setidaknya delapan gelar prestisius bisa mendekam di lemari Arsenal.

Dari trofi Premier League, Piala FA, sampai Piala Liga. Beberapa trofi itu bahkan dihadirkan secara bersamaan alias gelar dobel.

Wenger memulainya dengan dinasti yang sebenarnya sangat rusuh karena terkenal lantaran keliarannya.

Namun, pemain seperti David Seaman, Tony Adams, Dennis Bergkamp, sampai Ian Wright mampu memperlihatkan sisi lain karakter mereka.

Pada musim 1997-1998 Arsenal sukses meraih trofi Premier League dan Piala FA. Setelah itu, Arsenal berganti wajah menjadi dinasti French Connection. Patrick Vieira, Robert Pires, sampai The King Henry menjadi penguasa Inggris.

Dalam komposisi yang sama, peristiwa musim 1997-1998 terulang pada musim 2001-2002.

Sungguh sebuah masa yang indah sampai akhirnya pembangunan stadion baru membuat Arsenal dan Wenger tercekik karena harus hemat dalam berbelanja pemain.

Wenger sendiri pernah terjebak dalam cemoohan karena sejak terakhir kali merebut trofi Piala FA pada musim 2004-2005, Arsenal belum satu kali pun meraih trofi lagi.

Sampai-sampai anak buah yang disayanginya dulu, yaitu Adams, berani kurang ajar dengan mengatakan Arsenal harus segera mencari pengganti Wenger karena gelar bakal tetap jauh dari manajer asal Prancis itu.

Arsenal sendiri pada musim 2013-2014 sudah memberikan ultimatum kepada Wenger bahwa dia akan dilepas jika tak bisa menghasilkan sebuah trofi.

Apa pun bentuknya: Premier League, Piala FA, Piala Liga, atau Liga Champion.

Performa Arsenal ternyata meningkat dengan kedatangan pemain baru.

Apalagi pemain lama seperti Aaron Ramsey, Jack Wilshere, sampai striker Olivier Giroud ikut menunjukkan kinerja cemerlang.

Setidaknya, dua trofi Piala FA sudah bisa diraih. Dengan ditambah kinerja bagus, tak pelak membuat aroma masa indah dulu pun seperti kembali mendengung pada musim ini.

(jrn/Dedi Rinaldi)

News Feed