oleh

Soal DOB Minteng, Sumarsono: “Nanti Kita Cek, Ya”

KAWANGKOAN, FAJARMANADO.com—Dirjen Otomomi Daerah (Otda) Dr Soni Sumarsono, MDM tampaknya belum tau persis dengan perjuangan pembentukkan Daerah Otonom Baru  Minahasa Tengah (DOB Minteng). ‘’Nanti kita cek, ya,’’ katanya menjawab fajarmanado.com.

Sumarsono, yang juga Penjabat Gubernur Sulut, ini muncul di salahsatu rumah kopi di pusat Pertokoan Kawangkoan sore itu setelah menghadiri acara di kediaman Wakil Bupati Minahasa, Ivan SJ Sarundajang di Kelurahan Kinali, Kecamatan Kawangkoan.

Ketika ditanyakan soal DOB Minteng, Sumarsono agak tertegun. Namun ketika dijelaskan secara singkat latar belakang dan proses administrasinya, Somarsono yang berkunjung di Calon Ibu Kota DOB Minteng, akhir Oktober lalu, berucap, ‘’Nanti kita liat. Nanti kita bicarakan bersama, ya.’’

Mengenakan kemaja putih lengan panjang yang dilipat, pria enerjik ini langsung bergegas menuju dan naik mobil, diikuti rombongan, antara lain, Direktur Kapet Manado-Bitung, Drs. Roy O. Roring, Sekkot Tomohon, Drs. Arnold ‘’Noldy’’ Poli, SH, MAP dan sejumlah pejabat lainnya.

Proses administrasi pembentukan DOB Minteng telah selesai dan dimasukkan kepada pihak-pihak yang berkompeten sejak Desember 2013 silam. Berkas kajian yang dibuat dengan konsultan Universitas Indonesia lengkap dengan peta tematik dari Badan Geospasial Bandung sudah berada di tangan Kemendagri, DPD-RI dan Komisi II DPR-RI. ‘’Pada prinsipnya tinggal menunggu hasil proses di ke tiga lembaga tersebut,’’ kata Wakil Ketua Panitia Pembentukkan DOB Minteng, Drs. Anthon C. Rembang dan Drs Sammy Sendow kepada media online ini, Selasa (24/11/2015).

DOB Minteng, yang telah mendapat persetujuan dan rekomendasi DPRD Minahasa, Bupati Minahasa, DPRD Sulut dan Gubernur Sulut pada 2013 tersebut meliputi 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Minahasa bagian tengah. Yakni, Kecamatan Kawangkoan, Kawangkoan Utara, Kawangkoan Barat, Tompaso, Tompaso Barat dan Kecamatan Sonder, yang meliputi 10 desa dan 59 desa.

Kawasan yang diusulkan menjadi Kabupaten ini, berbatasan dengan Kecamatan Tombariri dan Kota Tomohon di sebelah Utara, Remboken (Minahasa) sebelah Timur, Langowan (Minahasa) dan Kabupaten Mitra sebelah Selatan dan di sebelah Barat Kabupaten Minsel.

Potensi Minteng, kata Sendow, sangat besar di banding wilayah lain di Minahasa. Petumbuhan ekonominya yang dituangkan dalam proposal kajian awal pada 2013 silam mencapai 7 persen. Ini dimungkinkan dengan Kawangkoan yang dikenal sebagai salahsatu pusat bisnis di Minahasa, yang didukung dengan produksi hortikultura dan padi dari wilayah Tompaso dan potensi perkebunan cengkih dan ikan air tawar di Sonder serta produksi daging babi dan ayam di kawasan tersebut.

 (heru)

News Feed