oleh

Workshop Pariwisata di Minsel, Peserta Dapat Kompor Gas

AMURANG, FAJARMANADO.com — Dinas Kebudayaan dan Pariswisata Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Workshop dan Bimtek di Kambiow Beach, Kelurahan Bitung Kecamatan Amurang, Jumat (13/11/2015)

Workshopbekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulut Ir Happy TR Korah, M.Sidiwakili Sekretaris John H Paerunan, SH.

Workshop diikuti 31 desa itu, mengambil tema, Pengembangan Sadar Wisata dan Sapta Pesona untuk  Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat di Destinasi Pariwisata dengan peserta Ibu Rumah Tangga (IRT) yang memiliki usaha kecil di rumah. Para peserta mendapat bantuan berupa kompor gas, panci, belanga goreng dan barang kebutuhan keluarga lainnya.

Nara sumber pada acara yang turut diikuti para perutusan insstandi dinas tersebut, menampilkan, antara lain,. John H Paerunan, SH, Ir Telly Kondoj, M.Si, Ir Mita Takaendengan dan Drs Sony H Maleke serta Merry Togas, SE.

IIr Telly Kondoj, M.Si menekankan soal ‘sadar wisata dan sapta pesona.
‘’Berangkat dari kesiapan Kabupaten Minahasa Selatan dalam menopang dunia pariwisata di Sulut, pemerintah harus melakukan pembenahan sejumlah objek wisata yang ada di daerah ini. Saya melihat, banyak objek wisata, seperti wisata alam, rohani yang ada di sini belum tersentuh oleh pembangunan,” ujar  Kondoj.

Selain itu, kata dia, budaya Minahasa harus dilestarikan. Jangan sampai  setelah Minahasa dimekarkan menjadi beberapa daerah, budayanya juga dimekarkan,’’ kata wanita yang mengaku asal Tareran, Minsel ini.

Kondoj ,mengatakan, Tumpaan dikenal denganhasil tangkapan  ikan Tandipang dan Cakalang. Ke duanya tetap menjadi andalan. “Ini seharusnya menjadi perhatian Pemkab Minsel untuk menjadikannya objek wisata kuliner karena ikan Tandapang dan Cakalang sangat diminati masyarakat secara umum,’’ ujarnya.

Juga, saat ini trend mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ada di Pariwisata. Sementara Jon H Paerunan, SH, mengatakan, visi dan misi Pariwisata  Provinsi Sulut memiliki 4 item. Namun, hanya poin keempat yang selalu dilakukan. Yaitu, memberdayakan masyarakat untuk memajukan pariwisata,’’ katanya.

Menurutnya, sapta pesona pariwisata Sulut, diantaranya, Aman, Tertip, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan harus ditumbuhkan dalam diri setiap warga agar dapat tampil sebagai pelopor, khususnya untuk pengamanan desa sendiri.

Drs Sony H Maleke, mengatakan, Minsel dikenal dengan sebutan  ‘’taman eden’’ karena sangat kaya dengan berbagai hasil bumi dan laut. ‘’Kalau kita merusak bumi Minsel sendiri, berarti telah merusak manusia kita sendiri. Padahal, potensi yang ada di Minsel adalah ciptaan Tuhan,’’ papar Maleke.

Wisata, lanjutnya, sudah menjadi industry yang menjadi sumber pendapatan masyarakat dan PAD. ‘’Hanya saja,harus kita akui kalau ptensi itu belum tergarap secara optimal di daerah ini,” katanya.

(andries pattyranie)

News Feed