oleh

Terkait Pemekaran, Bolmong Raya Tolak Terlibat Aksi Demo PAMI

KOTAMOBAGU, FAJARMANADO.com—Ketua Panitia Pemekaran Bolmong Raya, Drs Djainudin Damopolii menegaskan, masyarakat Bolmong  tidak satupun yang akan terlibat dalam aksi demo yang direncanakan digelar oleh LSM Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) Sulut, terkait isu pemekaran.

“Jika LSM PAMI akan melakukan demo di kantor Gubernur Sulut, yang membawa isu pemekaran, sama sekali tidak ada hubungannya dengan masyarakat Bolmong. Sebab kami Panitia Pemekaran Provinsi Bolmong Raya (PBMR), sudah jelas menyatakan sikap menolak ikut-ikutan bergabung dalam rencana aksi demo LSM PAMI,” kata Drs Djainudin Damopolii, yang diketahui adalah Ketua Panitia Pemekaran 5 Kabupaten/Kota di Bolmong Raya.

Djainudin, yang kini masuk struktur Panitia Pemekaran PBMR, menegaskan,  jika ada oknum-oknum rakyat Bolmong Raya yang nantinya ikut demo membawa isu pemekaran di Manado,  mereka bukan atas nama masyarakat Bolmong.

 “Jika ada satu atau dua orang warga Bolmong apabila ikut dalam aksi demo nanti, perlu dicatat, kapasitas mereka bukan mewakili aspirasi Bolmong Raya, tapi kapasitas mereka pengurus LSM PAMI,” tegas Djainudin melalui selulernya, Jumat (6/11/2015), tadi sore.

Dikatakan, hasil dialog antara Panitia Pemekaran dan LSM PAMI yang digelar kemarin malam, Rabu (4/11/2015) di Kotamobagu, dengan tegas  Djainudin mengaku menyatakan bahwa Panitia Pemekaran tidak akan mau terlibat atau menolak terlibat dalam rencana aksi demo yang sementara digagas oleh pengurus LSM PAMI Sulut.

 “Jika LSM PAMI Sulut mau menggelar di demo di Manado, tolong jangan bawa-bawa nama masyarakat Bolmong, karena masyarakat Bolmong sama sekali tidak akan terlibat dalam bentuk apapun dalam rencana aksi itu,” tegas Djainudin.

 (audy kerap)

News Feed