Jakarta, Fajarmanado.com – Indikator likuiditas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) edisi November 2016 memberikan gambaran suku bunga deposito yang masih terus mengalami penurunan. Di awal November 2016, rata-rata suku bunga deposito dari bank acuan pada level 6,06%, turun 3 bps bila dibandingkan posisi bulan September 2016 di 6,09%.
Penurunan ini sudah diperkirakan perbankan sebelumnya. Karena rata-rata suku bunga maksimum turun 3 bps menjadi 6,96%, untuk rata-rata suku bungan minimum turun 4 bps menjadi 5,17%. Jadi, penurunan suku bunga acuan deposito di perbankan terjadi seiring dengan penurunan rata-rata suku bunga maksimum dan minimum.
Sebelumnya, LPS juga sudah memperkirakan, menjelang akhir tahun 2016, akan terjadi perlambatan penurunan suku bunga simpanan. Adanya potensi tekanan di akhir tahun menjadi salah satu penyebab, walaupun dari likuditas perbankan dinilai masih mencukupi.
Hingga akhir tahun 2016, diharapkan likuiditas tetap terjaga dengan baik, walau suku bunga sedang dalam tren penurunan. Harapan ini bisa di wujudkan jika ada bias dari longgarnya kebijakan moneter dan capital inflow dari program amnesti pajak.
Di tahun 2017, perbankan juga sudah diminta untuk mulai bersiap. Sebab, diperkirakan di tahun 2017, pemulihan seluruh aktivitas ekonomi dan permintaan kredit akan terjadi. Hal ini bisa terjadi seiring naiknya harga komoditas serta mulai meredanya spekulasi terhadap pergerakan Fed rate.
(Fred)

