Ambon, Fajarmanado.com — Di musim pancaroba saat ini, cuaca ekstrim yang telah menelan korban, diperkirakan masih saja melanda Provinsi Kepulauan Maluku.
Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun mengimbau seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, baik di darat, laut maupun udara yang masih juga terjadi sampai saat ini.
Benhur mengatakan, peristiwa bencana alam yang terjadi sejak Juni hingga awal Juli 2025 ini, telah mengakibatkan sejumlah orang meninggal dunia, rumah dan bangunan tertimpa longsor maupun banjir di berbagai wilayah di Maluku.
“Selalu mengikuti imbauan resmi BMKG agar risiko bencana yang menimbulkan korban jiwa dan harta benda bisa dihindari selalu,” ujar Benhur Watubun kepada Fajatmanado.com di Ambon, Kamis, 3 Juli 2025.
Menurut dia, bencana alam di lautan akibat kondisi cuaca ekstrem juga telah menelan korban jiwa seperti dua mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang sementara menjalani program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Maluku Tenggara.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa kedua mahasiswa tersebut ketika longboat yang ditumpangi mereka bersama sejumlah beberapa warga lokal terbalik di Perairan Ohoi, Desa Debut, Kecamatan Manyeuw (Malra) pada Selasa, 1 Juli lalu,” paparnya.
Benhur, yang adalah Ketua DPD PDIP Maluku itu mengatakan, kedua mahasiswa ini meninggal dunia akibat ganasnya kondisi lautan di wilayah Perairan Maluku Tenggara.
Akibat cuaca ekstrem yang masih melanda, lanjutnya, bencana tanah longsor di kawasan Galala (Pulau Ambon) masih terjadi pada Kamis, 3 Juli, dini hari ini sekitar pukul 04:00 WIT yang menyebabkan timbulnya korban jiwa.
“Untuk itu, seluruh elemen masyarakat di wilayah Maluku diharapkan untuk selalu mematuhi setiap peringatan dini yang telah dikeluarkan secara resmi oleh BMKG agar bisa menghindari berbagai peristiwa yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
[ketty mailoa]

