Fajarmanado.com, Kawangkoan, Seorang pria berkutit hitam manis tak luput dari perhatian masyarakat ketika Youla Lariwa Mantik, SH, MH muncul di depan publik di Kabupaten Minahasa dalam beberapa bulan terakhir.
Pria yang kerap berpakaian sederhana, hanya mengenakan kaos dipadu dengan celana jeans dan cepatu kets itu, tampak pendiam. Jarang bicara.
Tapi gestur lelaki parobaya itu terkesan sopan. Kalau pun diajak bercakap, dijawab apa adanya. Tutur katanya sangat santun.
“Sapa tu laki-laki selalu di dekat Ibu Youla itu, kang,” tanya Emil Suak, SE, Suharto “Ato” Karinda, Rudy “Keles” Langi, Meidy Kaligis dan beberapa pengunjung Rumah Kopi & Mie Sarina Kawangkoan lainnya pada Minggu (01/09/2024) sore.
Mereka secara terpisah, saat bertanya sama-sama menunjuk pria berkaos hitam yang saat itu duduk di samping Youla Lariwa Mantik (YLM), yang kini ramai diperbincangkan sebagai Wewene Minahasa Keter ini.
Ketika ditelurusi, pria itu tak lain adalah Noviyandi Rozak, SE, suami Wewene Keter, YLM, yang adalah bakal Calon Bupati Minahasa 2025–2030 telah dikenal peduli sosial tinggi ini.
Andi, sapaan karib pengusaha nasional ini adalah keturunan bangsawan Melayu, dari Jambi.
“Saya aslinya orang Melayu dari Jambi, tapi saya sekarang sudah menjadi orang Minahasa juga,” ujar ayah dari Sekar Kawanua Putri ini.
Dari garis keturunan, ayah dan ibunya, tradisi dan budaya sudah lekat dengan diri Noviyandi Rozak.
Tapi kini, Andi, anak mantan salahsatu bupati di Provinsi Jambi ini mengaku bangga sudah menjadi orang Minahasa.
Bukan karena memperistri wanita Minahasa, namun di depan nama Noviyandi Rozak telah tersemat Tonaas.
Gelar Tonaas Andi ini diberikan oleh DPP Laskar Manguni Indonesia (LMI) bersamaan dengan dirinya didaulat sebagai Dewan Penasehat Wilayah (DPW) Wulan, organisasi sayap LMI di DKI Jakarta, yang dipimpin Tonaas Youla Lariwa Mantik pada tahun lalu.
“Dalam diri saya memang mengalir darah Melayu, tapi Tonaas Minahasa sekarang ini menjadi dominan dan menginspirasi dalam seluruh aspek kehidupan saya,” tuturnya.
Mendapat kepercayaan sebagai Tonaas, katanya, bukan hanya sekadar kehormatan yang luar biasa dari Bangsa Minahasa.
Mendapat gelar Tonaas, lanjutnya, tentu menuntut tanggungjawab dalam upaya mengemban amanah untuk menjaga marwah kebesaran gelar yang disandang itu.
“Ya, terutama untuk ikut berperan aktif membangun Minahasa di semua aspek kehidupan,” tutur pria low profile itu.
Olehnya, ketika isterinya, YLM mengungkapkan niat untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat dan daerah Minahasa melalui jalur eksekutif, Tonaas Andi menyatakan total mendukungnya maju Pilkada Minahasa 2024.
“Karena untuk menjadi top eksekutif harus melalui pilkada. Makanya, saya total mendukung isteri saya,” ujar pria, yang ikut membeber peran ayahnya yang menjadi salahsatu orang di belakang Meneg Otonomi Daerah RI Riyaad Rasyid, 29 Oktober 1999 – 23 Agustus 2000.
“Tapi papa saya tidak mau tampil. Hanya di belakang layar saja,” ujar Tonaas Andi.
“Mohon dukung isteri saya, ya,” sambungnya sambil menempelkan ibu jari ke dua telapak tangan yang tertepuk di depan dada seraya menundukkan kepala.
“Memang rindah skali ini orang,” komentar Emil Suak.
“Maaf, apa itu rindah,” tanya Tonaas Andi. “Rendah hati, tidak sombong,” jawab Sekretaris DPD II Partai Golkar Minahasa, Febry FH Suoth, SSos.
“Oh… biasa saja,” sambung Tonaas Andi tersipu sambil mengulum senyum malu dan menundukkan kepala.
[herly]


