Jakarta, Fajarmanado.com — Komite II DPD RI dan Kementerian Pertanian (Kementan) RI kembali menggelar rapat kerja (Raker) di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/1/2020).
Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Utara (Sulut), Ir. Stefanus BAN Liow, MAP, pun menyuarakan kepentingan daerah dan petani.
Senator SBANL meminta Menteri Pertanian (Mentan) RI Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH agar benar-benar menaruh perhatian dan kepedulian untuk kemajuan pertanian, terutama di Provinsi Sulut.
Senator SBANL mencatat bahwa meski tahun 2021 produksi jagung mencapai 23,04 ton atau naik 0,52% tetapi di Sulut mengalami kelangkaan benih jagung sampai saat ini.
Untuk itu, Stefa, sapaan karib pria familiar ini, meminta agar Kementaan RI merealisasi permintaan ketersediaan benih jagung, padi dan kebutuhan pupuk.
Tak hanya itu. Stefa bahkan meminta pengadaan vaksin rabies untuk anjing, vaksin hog korela untuk ternak babi, program padat karya jalan usaha tani, pengadaan sumur tanah dalam embung dan sarpras irigasi persawahan, sarpras untuk mendukung ekspor bunga krisan, Alsintan termasuk traktor dan cultivator jagung.
Seiring dengan itu, Senator SBANL juga meminta Mentan RI untuk penataan kelembagaan, SDM dan kesejahteraan penyuluh pertanian serta mengoptimalkan pelatihan/pendampingan pengajuan dan pengelolaan dana KUR petani.
Sementara itu, Mentan RI, Dr. Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi berbagai gagasan dari para senator seraya mengajak untuk bersama-sama memajukan pembangunan pertanian.
Mantan Gubernur Sulsel ini mengakui bahwa banyak tantangan dalam pembangunan pertanian selama satu tahun terakhir, khususnya akibat dampak pandemi Covid 19 yang menimbulkan kekwatiran terhadap jaminan produksi, masalah distribusi dan akses pangan masyarakat, sehingga memerlukan perhatian dan upaya khusus dalam menyediakan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk Indonesia.
Setelah melalui usaha keras semua jajaran pertanian di tingkat pusat maupun daerah serta sinergitas antar kementerian lembaga dan stakholder lain, menurut dia, pada akhirnya semua dapat melaluinya dengan segala baik.
Kerja keras selama satu tahun, lanjutnya, sektor pertanian memberikan konstribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk tahun 2022, Mentan Yasin Limpo mengatakan, program dan kegiatan strategis Kementan adalah tetap fokus pada menyediakan pangan utama bagi penduduk Indonesia serta diikuti upaya meningkatkan daya saing produk pertanian agar dapat mengisi pasar ekspor.
Editor: Maxi Heru


