Kawangkoan, Fajarmanado.com – Jalan dalam Kota Kawangkoan, Minahasa terancam putus. Usaha preventif belum pernah dilakukan pemerintah selama ini.
“Saya sudah berkali-kali menyampaikan kepada instansi teknis, tapi mereka suruh buatkan proposal lagi,” kata Wakil Ketua DPRD Minahasa Ventje Viktor Mawuntu.
Ruas jalan yang terancam putus itu berada di perbatasan Kelurahan Sendangan Tengah dan Kelurahan Kinali, yang juga menghubungkan objek wisata relegi Bukit Kasih Kanonang, dengan objek wisata pemandian air panas Kinali, industri keramik Pulutan, objek wisata Sumaru Endo Remboken dan danau Tondano.
Sepintas jalan hot mix yang juga penghubung Kantor Camat Kawangkoan dan Mapolsek Kawangkoan ini terlihat mulus. Namun di ke dua sisi badan jalan yang membentang di sebelah utara kolam Sepe’et, pas samping timur eks Bioskop Gembira Kawangkoan itu mulai longsor, membentuk goa kecil.
Berbagai upaya sempat berkali-kali dilakukan masyarakat, termasuk menimbunnya dengan memanfaatkan tanah urukan sewaktu stadion Kawangkoan ditata dan dibangun pada awal 2015 lalu.
Namun upaya masyarakat tersebut terhenti. Selain ada pemiliknya, tanah urukan pelebaran stadion Kawangkoan tersebut ternyata dijual kontraktor dengan harga minimal Rp.35 ribu setiap dump truk.
“Bagi saya, ada atau tidak pemilihnya harus segera dibuatkan tanggul. Kalau tidak jalan itu akan terputus,” kata Franky Runtuwarow.
Ketua Pria Kaum Bapa (PKB) Imanuel Kinali ini mengungkapkan telah berkali-kali melakukan upaya pembersihan di kawasan tersebut bersama anggotanya karena telah dijadikan lokasi tempat pembuangan (TPA) sampah liar.
“Saya juga penah mencoba minta bantuan kontraktor stadion waktu lalu, tapi hanya beberapa rit dan tidak tuntas karena kami tidak punya biaya bayar dump truk,” ujarnya.
Pekansurya Masengi mendesak agar pemerintah daerah segera melakukan peninjauan dan menganggarkan pembuatan tanggul di ke dua sisi jalan tersebut.
“Saya minta anggota DPRD asal Dapil IV, terutama orang Kawangkoan untuk ikut mendesak pemerintah, terutama instansi teknis, PU atau BPBD agar secepatnya mengambil langkah,” kata Banteng, sapaan akrab tokoh masyarakat Kawangkoan ini.
Persoalan ancaman ambrolnya ruas jalan yang juga akses menuju Pasar Kawangkoan ini telah berkali-kali mengemuka pada forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) dan Rapat Koordinasi (Rakorcam) setempat beberapa tahun terakhir. Selain menjadi TPA sampah liar, juga terus mengalami abrasi jika musim hujan.
Menanggapi desakan ini, Mawuntu mengatakan, sesuai petunjuk BPBD, harus dimasukkan kembali proposal pembangunannya. Alasan BPBD proposal yang diajukan beberapa tahun lalu tidak diketemukan lagi di kantor mereka.
“Saya mengharapkan agar proposal itu diajukan kembali. Kalau sudah ada, nanti saya yang akan memasukkannya dan mengawalnya langsung,” ungkap legislator Partai Gerindra, yang juga Ketua LPM Kelurahan Kinali ini.
(ely)

