Kawangkoan Utara, Fajarmanado.com — Potensi bakat generasi muda di Desa Kiawa Satu Barat, Kecamatan Kawangkoan Utara, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) cukup mumpuni. Pemerintah desa (Pemdes) pun berupaya memfasilitasinya.
“Kami telah membentuk klub sepak bola dan sementara mengikuli Liga Desa di Sonder,” kata Kepala Desa Kiawa Satu Barat, Reiner Kaunang kepada Fajarmanado.com di Kawangkoan Utara, Kamis (11/7/2019).
Masyarakat Kiawa Wangko, yang kini terdiri dari enam desa, termasuk Desa Kiawa Satu Barat, lanjut dia, sangat hobi dengan olah raga, termasuk sepak bola. Sayangnya, tidak teroganisir dan ditangani kontinyu sehingga banyak bakat yang tak berkembang.
“Dengan adanya Liga Desa dari Kemenpora, diharapkan akan dapat melecut kembali semangat generasi muda masa kini untuk menggeluti sepak bola,” kata suami Meriam SJ Sajow ini.
Selain sepak bola, Desa Kiawa Satu Barat kini tengah membangun gedung kemasyarakatan dengan Dana Desa 2019.
Sesuai Rencana Anggaran Proyek (RAP) yang tertata dalam APBDes 2019, gedung yang tengah dibangun itu berukuran lebar 7,35 meter bagian depan, 8 meter di tengah dan 7,85 di bagian belakang dengan panjang 25 meter.
“Bentuk bidang bangunan itu kami sesuaikan dengan kondisi lahan. Jadi, tanahnya kami maksimalkan,” jelas pria yang juga aktivis LSM ini.
“Jadi, kami akan memanfaatkan pula gedung ini menjadi sarana olah raga bulu tangkis indoor, selain tentunya sebagai pertemuan,” sambung dia.

Pria yang juga getol memperjuangkan Kiawa raya menjadi pusat ibu kota Kecamatan Kawangkoan Utara pada 2009 ini berharap, berbagai upaya pemerintahannya menfasilitasi sarana olah raga, selain dapat menyalurkan minat dan bakat olah raga dari generasi muda, juga akan ikut menekan kemungkinan terjadinya tindak kriminalitas akibat minuman keras (miras).
Soal biaya klub sepak bola mengikuti Liga Desa, menurut dia, ditanggung bersama-sama pihaknya, jajaran pemerintah desa, BPD bersama masyarakat.
Sedangkan biaya pembangunan gedung kemasyarakatan, yang akan berfungsi sebagai gedung serba guna (GSG) tersebut bernilai total Rp.651 juta lebih.
“Sesuai rapat bersama pemerintah desa, BPD dan tokoh masyarakat, dana desa yang tertata dalam APBDes tahun ini semua hanya dialokasikan untuk membangun gedung ini,” ungkap Kumtua Reiner Kaunang, pria yang terkesan dialogis ini.
Penulis: Herly Umbas

