Olly Terima Penghargaan Kementan, Varietas Kelapa ODSK-Lobu Diklaim Paling Unggul
Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian, Prof. Dr. M. Syakir menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Gubernur Olly Dondokambey, SE diwakili Kadis Perkebunan Sulut, Refly Ngantung di Balitpalma Manado, Sabtu (17/11/2018).

Olly Terima Penghargaan Kementan, Varietas Kelapa ODSK-Lobu Diklaim Paling Unggul

Manado, Fajarmanado.com — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, SE mendapat penghargaan dari Kementerian Pertanian (Kementan) atas kepeduliannya meningkatkan produktivitas tanaman kelapa di tanah air.

Penghargaan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman diserahkan Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian, Prof. Dr. M. Syakir kepada Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Sulut, Refly Ngantung mewakili Gubernur Olly.

Penyerahan dilakukan di sela Launching Ekspor Dessicated Coconut dan Varietes unggul Kelapa serangkaian Konferensi Nasional Kelapa IX & Internasional Coconut Conference dan Expo Kelapa di halaman Kantor Balitpalma, Manado, Sabtu (17/11/2018) siang.

Ngantung mengatakan, varietas unggulan tanaman kelapa “Operasi Daerah Sukseskan Kelapa-Lobu” atau “ODSK-Lobu” terbukti sebagai varietas kelapa paling unggul.

Varietas hasil kerjasama Pemprov Sulut dengan Balitpalma itu diklaim dapat menghasilkan kelapa dengan kadar minyak dan protein yang lebih tinggi. Begitu pun dengan kemampuan produksinya.

“ODSK Lobu mempunyai kadar minyak lebih tinggi daripada kadar minyak lainnya. Kadar protein juga paling tinggi daripada semua kelapa,” katanya.

Produktifitasnya pun, menurut dia, jauh lebih banyan di banding varietas kelapa lainnya.

“Produktivitasnya sekarang 3,2 ton kopra kering per hektar, yang normalnya nasional 1,1 ton, sedangkan rata-rata di Sulawesi Utara 1,2 ton. Jadi produktivitas ODSK Lobu 100 persen lebih,” jelasnya.

Ia mengatakan, saat ini sebanyak 100 ribu bibit kelapa ODSK Lobu siap ditanam di Sulut.

Pemerintah daerah dengan Balitpalma, lanjut dia, juga terus melakukan penelitian untuk mencari varietas-varietas unggulan lainnya yang dapat meningkatkan hasil produksi petani.

“Setelah varietas ODSK-Lobu juga akan menyusul varietas ODSK-Apela pada tahun depan dan itu akan ditanam di salah satu lokasi yang disiapkan. Hal ini adalah bagian dari upaya meningkatkan produktivitas petani kelapa di Sulut,” kata Ngantung.

Sebelumnya, Mentan Amran Sulaiman dalam sambutan yang dibacakan Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Kementan RI Irmijati Rachmi Nurbahar menjelaskan, pembangunan bidang pertanian dapat dilakukan dengan melakukan ekspor produk olahan kelapa dan memberikan bantuan benih unggul bersertifikat secara gratis kepada petani.

“Upaya ini mendiseminasikan inovasi teknologi pembenihan perkebunan yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai stakeholder terkait, baik instansi pemerintah, swasta, peneliti maupun petani,” kata Irmijati.

Lebih lanjut, ia memaparkan, sejak tahun 2014, pemerintah melalui Kementan telah mencanangkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi domestik strategis, terutama sektor pertanian dengan menitikberatkan pada upaya mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani yang menjadi amanah dari program Nawacita.

“Dengan berbagai terobosan dan karya nyata Kementerian Pertanian, dimana telah menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan Nawacita,” ungkap Irmijati.

Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi triwulan II 2018 menunjukkan kontribusi pertanian pada laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 13,63 persen menduduki posisi teratas kedua, setelah industri pengolahan.

Fakta tersebut mengindikasikan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu penggerak utama dalam pengembangan ekonomi rakyat Indonesia.

Penulis: Herly Umbas