Tomohon, Fajarmamado.com — Pdt Dr Hein Arina resmi menjadi Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM periode 2018-2022 menggantikan Pdt HWB Sumakul seiring dengan serah terima pelayanan BPMS, MPS dan BPPS GMIM di Aula Kantor Sinode GMIM, Tomohon, Selasa (3/4/2018).
Acara serah terima pelayanan yang disaksikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Wagub Sulut) berlangsung hikmat namun penuh nuansa suka cita, diawali dengan ibadah.
Wagub Kamdouw mengatakan salut dan selamat kepada para pengurus baru yang akan melanjutkan kepemimpinan GMIM empat tahun kedepan.
Wagub yang juga Wakil Ketua Panitia Sidang Majelis Sinode (SMS) GMIM 2018 mengungkapkan, warga GMIM merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan pertumbuhan Sulut. Kemajuan dan kemunduran pembangunan daerah nyiur melambai tidak lepas dari peranan warga GMIM.
Secara khusus juga Wagub Kandouw menepis isu yang berkembang dimana pemerintah terlalu mencampuri urusan GMIM. Pemerintah, tegasnya, tidak pernah mengintervensi tentang GMIM.
“Gubernur, Wagub dan para Bupati serta Wali Kota secara tulus membantu GMIM agar maju karena kami semua juga merupakan warga GMIM. GMIM harus lebih baik dari hari kemarin,” kata Wagub.
Senada dengan Wagub, mantan Ketua BPMS GMIM periode 3014-2018, Pendeta Dr HWB Sumakul MTh mengingatkan para pelayan baru tidak boleh memandang masa lalu tetapi fokus pada masa kini dan masa depan untuk bangun GMIM agar lebih baik lagi.
Sementara itu Ketua BPMS baru Pendeta Hein Arina mengatakan, terbentuknya BPMS yang baru merupakan proses Tuhan bagi GMIM untuk lebih maju dalam pelayanan.
Kedepan, melalui tanggungjawab pelayanan ini, Arina sangag berharap agar mendapat dukungan dari warga GMIM, karena kebutuhan pelayanan meningkat seiiring dengan tantangan gereja saat ini.
Editor : Herly Umbas

