Hebat..! Sulut Telah Menggaet 47.794 Turis Tiongkok
Gubernur Olly Dondokambey SE menyambut rombongan turis Tiongkok di Bandara Sam Ratulangi Manado, beberapa waktu lalu. Foto: Humas Pemprov Sulut.

Hebat..! Sulut Telah Menggaet 47.794 Turis Tiongkok

Jakarta, Fajarmanado.com – Pesona destinasi wisata yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ternyata telah berhasil menggaet 47.794 turis Tiongkok sampai saat ini. Bahkan, sejak Juni 2017 Charter Flight per Minggu yang landing di Bandara Sam Ratulangi Manado naik drastis.

“Wisatawan dan turis China berlibur ke Manado selang Bulan Juni—Juli ini, tercatat ada 19 Charter Flight per Minggu, naik dari periode April—Juni, yang tercatat sebagai low season 13 flight per minggu,” kata Kabag Humas Pemprov Sulut, Roy RL Saroinsong SH di Manado, Selasa (25/07/2017).

Mengutip rilis Kementerian Pariwisata (Kemenpar), ia menjelaskan, periode high season per minggu, penerbangan dari China  ke Manado sebanyak 19 charter flight dengan tingkat ketersedian seats pesawat mencapai 200—212 penumpang.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Manca Negara Kemenpar, I Gede Pitana mengungkapkan selama kurun waktu dari 1 Juli 2016—Juli 2017 tercatat ada  47.794 wisatawan Tiongkok yang berkunjung di Provinsi Sulut.

Para turis yang tertarik dengan pesona destinasi wisata Nyiur Melambai ini, datang dari berbagai kota di negeri Tirai Bambu. Antara lain, Guangzhou, Changsa, Wuhan, Sanghai, Shenzen, Chongqing, Chengdu dan Kunming.

Deputi I Gede Pitana juga menambahkan, maskapai penerbangan Lion Air telah menambah tiga route ke Tiongkok, masing-masing ke Kota Changsa, Shenzen dan Sanghai untuk melengkapi route Guangzhou yang sudah ada.

I Gede Pitana optimis dengan penambahan jadwal penerbangan tersebut maka target  Kemenpar untuk menembus angka 130.000 turis China datang di tanah air pada Desember 2017 akan terpenuhi.

Manado, katanya, menjadi magnit tersendiri karena punya objek wisata bahari dan Taman Laut Bunaken yang sudah mendunia.

“Kalau objek wisata pegunungan, di China justru jauh lebih bagus. Karena itu, tiap kali  satu rombongan datang ke Manado, pasti trip schedulle pertamanya adalah Bunaken,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya menilai realita tersebut akan memberi semangat menjadikan Kota Manado dan Sulut  sebagai HUB Pariwisata dari pasar Pasifik, seperti, China, Hongkong, Macau, Taiwan, Jepang dan Korea Selatan.

Untuk mendukung, Menpar Arief Yahya dan Gubernur Olly Dondokambey berencana meningkatkan fasilitas pariwisata lain di daerah ini, seperti memperbaiki akses transportasi laut dari dan ke Manado dan sarana pendukung lainnya.

“Ini  adalah bagian dari CEO Commitment, atau keseriusan Gubernur Olly Dondokambey bersama jajarannya. Kalau pimpinan daerahnya serius,  pasti akan tercapai target kunjungan tersebut, begitupun sebaliknya,” kata Menpar.

Sementara itu, Kabag Humas Roy RL Saroinsong mengatakan, pasca Meeting International Conference Tourism Invesment (MICTI) di Manado baru-baru ini,  investor China telah serius akan menanamkan modalnya di Sulut. Di antaranya, membangun industri Kelapa, Sektor Perikanan dan berinvestasi di KEK Bitung.

“Modal utama dan mendasar sehingga sektor pariwisata dan iklim investasi di daerah ini semakin bergeliat adalah faktor Keamanan dan stabilitas daerah tetap terpelihara dan terjaga dinamis. Semoga masyarakat tetap bersama-sama terus menjaganya,” ujar Saroinsong.

Penulis: Fenjjel Pioh

Editor   : Herly Umbas