Prestasi 2017, 95 Siswa SMPN 2 Sinonsayang Lulus 100 Persen
Penulis: Andries Pattyranie Kepala SMPN 2 Sinonsayang, Karmi Kartini Jacob, SPd MAP

95 Siswa SMPN 2 Sinonsayang Lulus 100 Persen

Sinonsayang, Fajarmanado.com – 95 siswa-siswi SMPN 2 Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sukses mengikuti Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) tahun 2017 karena dinyatakan 100 persen lulus.

Kepala SMPN 2 Sinonsayang, Karmi Kartini Jacob, SPd MAP menyatakan kebanggaannya atas prestasi ini. “Saya bersyukur ternyata anak-anak yang ikut ujian bisa lulus semua, seperti halnya tahun 2016 lalu,” katanya kepada Fajarmanado.com di Amurang, Selasa (06/06/2017).

Namun Jacob menolak jika keberhasilan ini adalah prestasi sekolah yang dipimpinnya. “Ini prestasi siswa dan orang tua. Saya dan dewan guru hanya melaksanakan tugas dan kewajiban untuk dijalankan. Hasilnya amat bergantung kepada siswa dengan topangan orang tua. Tanpa keseriusan siswa dan dorongan orang tua, tidak mungkin siswa akan berhasil,” ujarnya merendah.

Ia mengatakan, para siswa yang mengikuti UNKP tahun 2017 memiliki latar belakang berbeda-beda.  Dewan guru hanya dituntut melaksanakan kewajiban mengajar maka yang jadi penentu adalah siswa sendiri. “Kami sangat yakin, orang tua sangat berperan sehingga siswa bisa belajar giat di rumah untuk mengulang matapelajaran yang mereka dapat disekolah atas motivasi dan dorongan juga dari orang tua dan wali masing-masing,” paparnya.

Jocob mengakui bahwa banyak kendala yang pihaknya hadapi dalam mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian akhir. “Hasil akhirnya adalah berkat kerja keras siswa, dukungan dan doa bersama orang tua,” paparnya.

Ia juga mengaku, sekolah yang dipimpin sejak tahun 2012 tersebut awalnya tidak seperti yang ada saat ini. “Apa yang sekolah ini raih selama ini adalah berkat dukungan masyarakat, terutama orang tua dan atau wali siswa, juga dukungan UPTD Kecamatan Sinonsayang dan Camat Sinonsayang serta Hukum Tua Desa Ongkaw Dua,” paparnya.

ahun Ajaran (TA) 2017/2018 mendatang, menurut Jocob, pihaknya akan menata kembali jadwal belajar menjadi 8 jam, mulai pukul 07.00 wita sampai pukul 15.00 wita. “Ini akan kami sampaikan kepada orang tua atau wali dan pemerintah desa, termasuk melalui rapat bersama siswa dan orang tua/wali,” jelasnya.

Penulis  : Andries Pattyranie

Editor     : Herly Umbas