Langowan, Fajarmanado.com – Warga Noongan Raya di Kecamatan Langowan Barat, Minahasa, sudah sepekan ini tidak menerima layanan air PDAM. Padahal sumber air PDAM justru diambil dari mata air di Desa Noongan.
“Sangat ironis dan keterlaluan, masakan air PDAM-nya diambil dari Noongan, tapi kami warga Noongan sebagai pelanggan PDAM tidak mendapatkan air. Dan itu sudah berulang-ulang kali terjadi. Karena itu bila PDAM tidak lagi mampu mengelola air minum, warga Noongan siap untuk mengelola sendiri saja,” ujar Kompol Sammy Pandelaki, warga Noongan kepada Fajarmanado.com, Senin (08/05/2017).
Menurut Pandelaki, yang sehari-hari sebagai Kapolsek Ratahan, PDAM Minahasa seharusnya berterima kasih karena mendapat air gratis dari Noongan. Bahkan air itu sudah dikomersialkan. “Tapi herannya, warga Noongan tidak diperhatikan, dengan alasan mesin mengalami kerusakan. Dan alasan itu terus saja terjadi, dan sangat mengecewakan karena ternyata untuk pelanggan yang ada di Langowan Kota, tetap terlayani airnya oleh PDAM,” ujarnya kesal.
Hal senada disampaikan Ny Silvia Memah-Sumanti. Menurut dia, pemerintah kabupaten Minahasa seharusnya memperhatikan masalah ini. Karena air adalah kebutuhan hidup orang banyak. “Masakan Noongan yang adalah sumber air, harus mengalami krisis air,” ujarnya dengan nada kesal.
Sementara itu, Direktur PDAM Minahasa Robby Dondocambey yang ditemui lewat telepon mengungkapkan, pihaknya memohon maaf karena salah satu mesin pompa air di Noongan memang sedang mengalami perbaikan. “Kalau tidak ada halangan, besok sudah bisa selesai perbaikannya,” ujarnya.
Adanya usulan, agar mesin pompa di Noongan itu diperbarui saja dengan mesin baru, menurut Dondocambey, hal itu sudah diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa, namun masih menunggu realisasinya.
Mengenai adanya keluhan dari sejumlah karyawan PDAM yang tidak menerima gaji, menurut Robby, itu sudah teratasi. “Sebetulnya mereka bukan tidak menerima gaji, tapi mereka sebetulnya sudah melakukan penagihan, dan hasil penagihan itu mereka sudah pakai. Bahkan sesuai dengan perhitungan internal oleh akuntan kami, apa yang mereka tagih itu sudah bisa menutupi gaji mereka sampai Desember 2017,” tuturnya lagi.
Hal senada disampaikan Direktur Teknik PDAM Minahasa Max Tinggogoy. Menurut dia, mesin pompa yang melayani air khusus di Noongan memang sementara dalam perbaikan. Diakuinya, mesin pompa tersebut sudah dimakan usia.
“Terus terang mesinnya memang sudah cukup tua. Tapi masih bisa diperbaiki. Dan kalau tidak ada halangan, besok kami akan segera uji coba. Mesinnya memang sering mengalami gangguan. Dan kami sudah usulkan ke Pemkab untuk bisa diadakan mesin baru. Tapi kami masih menunggu realisasinya. Bisa saja akhir tahun ini, atau nanti tahun depan,” jelas Tinggogoy.

