Menanti Buah Kesabaran Kloop Bersama Liverpool
Ronny 'Ropan' Pangemanan, pengamat Sepak Bola dunia berdarah Kawanua.

Menanti Buah Kesabaran Kloop Bersama Liverpool

KETIKA pelatih asal Jerman, Jurgen Klopp datang ke Anfield untuk menukangi Liverpool pada Oktober tahun lalu, banyak pendukung fanatik Liverpool menaruh harapan besar terhadap mantan pelatih Mainz dan Borussia Dortmund itu.

Harapan itu adalah melihat Jurgen Klopp mampu membawa Liverpool menjadi juara di pentas Liga Primer Inggris. Sesuatu yang tak pernah lagi didapatkan Liverpool dalam hampir tiga dekade sejak terakhir ”The Reds” juara tahun 1990.

Kloop dianggap sebagai seorang pelatih yang bisa membawa terang buat klub pengoleksi 18 gelar juara di Inggris itu..

Tak semudah membalikkan tangan untuk mengatakan bahwa Liverpool di tangan Jurgen Klopp akan sukses. Apakah Klopp bisa dikatakan lebih baik dari orang yang ia gantikan sebelumnya, Brendan Rodgers ? Ini juga perlu diperdebatkan.

Klopp memang pelatih yang  punya potensi dengan ambisi besar untuk mengangkat pamor Liverpool, sebagaimana yang ia lakukan saat menukangi Borussia Dortmund. Namun Kloop bukanlah seorang ”Malaikat” yang dengan cepat bisa menyihir Liverpool jadi klub terkuat di Liga Primer Inggris, dan membantu Liverpool merengkuh gelar juara ke-19.

Saat Klopp datang ke Liverpool, kelihatan ia sangat cepat beradaptasi dengan situasi serta kondisi Liverpool yang sedang terpuruk di bawah Brendan Rodgers pada awal musim berjalan 2015-2016. Klopp mampu membawa Liverpool ke final Piala Liga Inggris dan melaju ke final Liga Europa di tahun pertama ia datang ke Inggris, sebagai pelatih asing ketiga dalam sejarah Liverpool yang menukangi klub dari kota pelabuhan tersebut. Sayang Klopp gagal membawa pulang piala dalam dua final bersama Liverpool. di Piala Liga Inggris, Liverpool kalah dari Manchester City, dan di Liga Europa tumbang dari Sevilla (Spanyol).

Dua hasil melaju ke final itu seperti jadi landasan kuat tempat berpijak Klopp untuk menatap masa depan bersama Liverpool di musim keduanya 2016-2017. Hasil di tahun pertama yang gagal membawa Liverpool masuk dalam zona champions Eropa, seperti tidak menyurutkan dukungan publik Anfield terhadap Klopp.

Awal yang baik dilakukan Liverpool dengan memukul dua klub kuat London, yakni Arsenal dan Chelsea serta menahan imbang Tottenham Hotspur. Cukup beralasan jika pasar taruhan menempatkan Liverpool sebagai salah satu calon juara di Liga Primer untuk musim 2016-2017.

Baca selanjutnya klik next >>>