Tunda Pulang, Menko Puan Beri Bantuan Korban Banjir Bitung
Menko PMK Puan Maharani dan Gubernur Olly Dondokambey ketika berbincang dengan Wali Kota Maximiliaan Jonas Lomban ketika berada di lokasi banjir Kota Bitung. Senin (13/2), siang tadi.

Tunda Pulang, Menko Puan Beri Bantuan Korban Banjir Bitung

Bitung, Fajarmanado.com – Menko PMK Puan Maharani menaruh perhatian khusus bencana alam banjir dan tanah longsor di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Selain meninjau keberadaan Kota Pelabuhan ini,  juga memberikan berbagai bantuan untuk ribuan korban.

Bantuan spontan Menko Menko Puan Maharani antara lain berupa 500 kasur, 1000 lembar selimut , so unit mesin pompa alkon, 10 unit genset, 10 buah tong air, 1000 lembar sarung, 100 lembar, 15 cangkul, 15 sekop pasir, beras dan ikan kaleng 1 ton, dan dana segar Rp 200 juta untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung.

Bantuan tersebut diserahkan Menko Puan Maharani didampingi Gubernur Olly Dondokambey kepada Wali Kota Maximiliaan Jonas Lomban di Kota Bitung, Senin (13/2), siang tadi.

Setibanya di Kota Bitung, Menko Puan Maharani dan rombongan  meninjau lokasi banjir bandang dan tanah longsor  di SD Katolik Santo Andreas, Kleurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, disambut oleh Walikota Max, sapaan akrab Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban ini.

Lomban melaporkan bencana alam terjadi Minggu (12/2) siang setelah Kota Bitung diguyur hujan sejak pagi subuh. Ada empat kecamatan yang dilanda banjir dan tanah longsor.

Pasca diguyur hujan deras delapan jam lamanya sejak Minggu dini hari, Kota Bitung dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Yakni, Kecamatan Aertembaga sebanyak tujuh kelurahan, Kecamatan Maesa dua kelurahan, Kecamatan Lembeh Utara dua kelurahan dan Kecamatan Lembeh Selatan tercatat tercatat empat kelurahan.

Bencana alam ini menyebabkan 1132 rumah terendam banjir dan 30 rumah lainnya rusak diterjang longsor. Tak ada korban jiwa, kecuali korban luka yang kini sementara dalam perawatan di rumah sakit.

“Hanya ada dua korban luka berat yang sekarang ini sedang ditangani di rumah sakit,” ujar Max didampingi Wakil Wali Kota Ir Maurit Mantiri.

Ia mengatakan, ada laporan korban hilang, namun itu sebenarnya bukan karena korban banjir tetapi karena melaut dan belum juga pulang hingga kini.

“Tim SAR  juga tengah melakukan pencarian.Korban banjir bandang hanya dua yang luka berat dan sedang kami tangani,” kata Max lagi.

Menko PMK mengawali kunjungannya di Kota Bitung dengan berinteraksi dengan para korban yang sedang mengungsi.

“Saya hadir di sini mewakili pemerintah untuk memberikan bantuan. Mungkin jumlahnya belum seperti yang diharapkan tetapi inilah bentuk simpati kami kepada masyarakat yang sedang terkena musibah,” katanya.

Ia mengingatkan supaya para pengungsi jangan kembali ke rumah kalau situasi masih belum aman. Bantuan alat berat akan segera dikerahkan, kebutuhan makan juga akan dipastikan tercukupi,” tandas Menko PMK.

Mengenai kebijakan libur sekolah, Menko Puan mengharapkan proses belajar mengajar harus terus berlangsung, berhenti sementara saja. “Yang penting keamanan diri dan keluarga dulu demi untuk menghindari kalau sewaktu-waktu ada banjir susulan.” tutup Menko PMK Puan Maharani.

Puan Maharani, yang dikenal sebagai salahsatu Wakil Ketua DPP PDI Perjuangan ini, melakukan kunjungan di Sulut beberapa hari terakhir. Sesuai jadwal, anak mantan Presiden Megawati Soekarno Putri ini kembali ke Jakarta, pagi ini.

Puan Maharani menunda scadullenya ini untuk meninjau lokasi korban banjir dan longsor di Kota Bitung.

(risma tofan/ely)