Modoinding, Fajarmanado.com – Petani holtikultura Kecamatan Modoinding mengeluhkan sulit bercocok tanam karena menghadapi kelangkaan pupuk jenis NPK. Kalau pun ada, harganya dinilai minta ampun. Tak pelak, Dinas Pertanian Minsel didesak untuk mencari solusi.
Hartje Lakoy, petani holtikultura asal Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding kepada Fajarmanado.com mengaku bingung memperoleh pupuk jenis NPK sehingga mengalami kesulitan bercocok tanam.
“Di mana lagi kami mendapatkan pupuk NPK. Pupuk ini sangat cocok digunakan untuk tanaman holtikultura. Kalau pun ada, harnganya naik berlipat, jauh di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah,” ketusnya.
Dikatakan Lakoy lagi, kelangkaan pupuk sudah terjadi beberapa bulan terakhir di tahun 2016. Bila ada, harganya naik sampai Rp500 ribu dari biasanya Rp.115 ribu per 50 kilogram.
Ia pun mengatasnakakan petani holtikultura di Modoinding meminta Dinas Pertanian Minsel untuk segera mencari solusinya.
‘’Kalau dibiarkan, maka dipastikan tahun ini para petani tak lagi memanen sayur sayuran. Padahal memang, bukan sedikit kecamatan di Sulut dan daerah lain membeli holtikultura asal Modoinding,” ujarnya.
Senada dikatakan Hardi, petani asal Desa Wulurmaatus.Menurutnya, kelangkaan pupuk sudah disampaikan di kecamatan dan Dinas Pertanian Minsel, namun hingga saat ini belum ada jawaban. Akibatnya, pendistribusian pupuk tak kunjung berjalan normal. Lebih parah lagi, harga pupuk bersubsidi yang biasanya Rp 115 ribu per 50 kg, kini sulit ditemukan petani.
‘’Memang ada pupuk non subsidi tapi hanya saja harganya sekitar Rp 500 ribu per kilogram,” katanya.
Untuk itu, Hardi mengharapkan Pemkab Minsel bisa mencari solusi, supaya petani Modoinding sebagai produsen hortukultura di Sulut sampai di pulau Kalimantan bisa terus berproduksi normal.
“Kalau dibiarkan terus begini, bukan hanya petani yang kesulitan, produsen juga ikut terbebani,” kata Hardi yang juga mantan ASN di Minsel tapi telah pensiun dan beralih sebagai petani.
Hukum Tua Desa Pinasungkulan Donny Walean membenarkan kalau petani holtikultura Modoinding sejak akhir tahun 2016 mengalami kelangkaan pupuk jenis NPK.
“Makanya, selaku pemerintah Desa Pinasungkulan (Kecamatan Modoiding), saya meminta Dinas Pertanian Minsel segera mencari solusi guna menindaklanjuti masalah kelangkaan pupuk. Karena memang, apabila terus berlarut maka di desa kami tidak bisa mengolah lahan dan menghasilkan produksi holtikultura yang memadai,” jelas Walean.
Kepala Dinas Pertanian Minsel Frans D Tilaar, SP MSi mengakui kelangkaan pupuk NPK ini. “Stoknya sudah ada, Di tingkat pengecer sudah ada. Kalau masih kurang, bisa mendapatkan di Dinas Pertanian Minsel di eks kantor BP4K Minsel, Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur,”jelasnya.
Sedangkan jenis pupuk lainnya, seperti SP-36 baru akan masuk dalam dekat ini. “ini karena ada keterlambatan pemasukan pengusulan pupuk bersubsidi,” pungkas Tilaar yang juga mantan Kepala Dinas Kehutanan Minsel.
(andries)

