Molibagu, Fajarmanado.com-Sebanyak 65 kepala keluarga yang tergabung dalam Komunitas Adat Terpencil di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) segera menikmati layanan listrik. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Sulawesi Utara, dr Grace Punuh MKes belum lama ini usai melakukan koordinasi dengan PT PLN Suluttenggo.
Menurut Punuh, Komunitas Adat Terpencil (KAT) tersebut berada di Desa Perjuangan Kabupaten Bolsel.Sementara itu, pihak PT PLN seperti diungkapkan Kepala Dinas ESDM, Ir Marly Gumalag sudah menyanggupi untuk memasang aliran listrik di wilayah tersebut.(14/12)
Diutarakan Gumalag bahwa PT PLN sedang mensurvey lokasi, terutama dari titik paling dekat atau tiang listrik terdekat desa.
Saat ini listrik telah menjadi kebutuhan dasar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi penarik pertumbuhan ekonomi. Sesuai UU Penyedian Listrik adalah tanggung jawab pemerintah, baik pusat maupun pemerintah daerah setempat.“PLN sebagai BUMN menjalankan perannya sebagai operator yang menjalankan kebijakan pemerintah.
Seperti Dusun dan desa-desa di Bolsel masih banyak yang terisolir sehingga belum dialiri listrik. Hanya beberapa rumah didaerah tersebut dapat menikmati terangnya lampu dengan menggunakan mesin genset berbahan bakar minyak solar dan bensin, namun itu hanya bagi yang mampu.
Baik Punuh dan Gumalag berharap penerangan di KAT di Bolsel dapat segera terealisasi demi mendukung program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan.
Masyarakat Desa Perjuangan Bolaang Mongondow Selatan sangat gembira, karena selama ini, mereka hanya bisa menikmati listrik dari genset, atau dengan penerangan tradisional seperti petromax.
(aji)

