Kawangkoan, Fajarmanado.com – Bukit Kasih Christmas Festival diserbu sekitar seribuan pengunjung. Mereka minum kopi dan makan milu rebus gratis, bahkan membuat langit objek wisata religius yang gelap dihiasi ribuan ‘bintang dan bulan’ buatan, Minggu (11/12) tadi malam.
Sekitar pukul 19:00 Wita, atau jam 7 malam, langit di atas objek wisata Bukit Kasih tampak hitam kelam, sebagaimana sebagian besar angkasa di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Hujan yang sempat mengguyur beberapa jam sebelumnya tak membuat angkasa di atas objek wisata yang dibangun semasa Gubernur (alm) Drs Adolf Jouke Sondakh pada 2003 silam ini menjadi cerah.
Suasana gelap itu pun spontan berubah ketika seribuan pengunjung melepaskan lampion ke udara bersama-sama atas komando Kepala Badan Pengelola Objek Wisata Religius Bukit Kasih Kanonang Daniel Reynaldi Mawikere.
Acara hari terakhir Bukit Kasih Christmas Festival itu sendiri diawali dengan lomba makan milu rebus dan minum kopi secara gratis pada jam 5 sore itu. Dengan segelas kopi, berbekal karcis masuk para pengunjung disuguhi milu rebus dan dimakan sepuas-puasnya.
Daniel Reynaldi Mawikere kepada beberapa wartawan mengatakan merasa bersyukur karena semua kegiatan Bukit Kasih Christmas Festival yang dilaksanakan sejak 9 Desember 2016 berlangsung sukses.
Rangkaian festival itu sendiri diawali dengan bersih-bersih kawasan objek wisata Bukit Kasih yang melibatkan masyarakat dan pengunjung dan lomba Lari 10 Kilometer.
Menurutnya, kegiatan kebersihan sengaja dilaksanakan sebagai salah satu bentuk edukasi bagi masyarakat maupun pengunjung yang peduli akan pariwisata. “Ini tak lain untuk menumbuhkan cinta linkungan kepada masyarakat,” ujarnya.
Mawikere pun mengungkapkan kebanggaannya karena semua rangkaian kegiatan Bukit Kasih Christmas Festival 2016 ini dapat berlangsung sukses semua. “Yang paling meriah tentu saja acara hari terakhir ini,” katanya.
Ia mengatakan, kegiatan yang sama akan digelar terus sesuai dengan momen. “Kami akan merancang acara untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah provinsi agar para wisatawan akan betah dan tinggal lebih lama di daerah ini,” pungkas Mawikere.
(den)

