Tomohon, Fajarmanado.com — Adanya arus penolakan atas kedatangan Tim Nasional (Timnas) Israel berlaga di ajang sepak bola Piala Dunia U-20 tahun 2023 di Indonesia, membuat FIFA ‘mengancam’ mengalihkan tuan rumah ke negara lain.
Beragam reaksi pun muncul pascapenolakan Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Tak terkecuali, datang dari Anggota DPD RI/MPR RI, Ir. Stefanus BAN Liow, MAP (SBANL)
Senator Daerah Pemilihan Sulawesi Utara (Dapil Sulut) ini mengatakan, mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah sepak bola Piala Dunia U-20 adalah suatu kebanggaan dan kehormatan bagi Indonesia.
Prosesnya terbilang panjang dan harus memenuhi persyaratan yang sangat ketat, termasuk jaminan penyediaan infrastruktur lapangan sepak bola disertai perangkat pendukung lainnya.
“Sepak bola dan olahraga secara keseluruhan bukan hanya sekedar pembinaan dan prestasi saja, melainkan momentum perdamaian dan persahabatan,” kata Senator SBAN Liow merespon sejumlah wartawan yang meminta komentarnya terkait penolakan oleh sejumlah kalangan akan keikutsertaan Israel menjadi peserta Piala Dunia U-20 sehingga Indonesia terancam batal menjadi tuan rumah.
Stefa Liow, sapaan karib Senator SBANL yang juga Ketua BULD DPD RI, mengatakan, jika pada akhirnya Indonesia dibatalkan oleh FIFA menjadi tuan rumah sepak bola Piala Dunia U-20 gegara penolakan terkait keikutsertaan Israel sebagai peserta, tentunya ini sangat disayangkan.
“Mengapa? Konsekwensinya adalah tentunya merugikan Indonesia dari berbagai aspek, seperti dijatuhi sanksi FIFA,” ujarnya di Tomohon, Selasa (28/3/2023).
Menurut dia, Palestina bukan persoalan agama. Tidak adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Palestina, tidak berarti hubungan dagang, sosial budaya, wisata relegi atau berziarah dan olah raga tidak bisa dilakukan.
Selama ini, lanjutnya, semua hal tersebut tidak menjadi persoalan, karena realitanya bukan hanya umat kristen yang ke Israel tetapi juga penganut agama lainnya juga.
Bahkan, kata SBAN Liow, bukan tidak mungkin di antara yang melakukan penolakan pernah ke Israel dengan mendapatkan atau memanfaatkan visa kunjungan melalui Kedubes Israel di Mesir atau Yordania.
Senator SBAN Liow pun mengutip pernyataan Guru Besar Hukum Internasional UI Prof. Dr. Hukmahanto Juwana, bahwa sesungguhnya dalam memperjuangkan nasib rakyat Palestina, pihak yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia adalah pemerintah zionis Israel berikut kebijakannya untuk menduduki tanah Palestina.
Pemerintah Indonesia sama sekali tidak sedang berhadapan dengan warga atau rakyat Israel yang di dalamnya tidak hanya beragama Yahudi, tetapi juga muslim dan kristiani.
Untuk menyelesaikan polemik ini, Senator SBAN Liow menyatakan mendukung dan menyerahkan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dan PSSI untuk mendapatkan solusi terbaik dari FIFA.
“Semoga saja ada solusi terbaik sehingga sepak bola Indonesia tidak dikucilkan dengan kemungkinan adanya sanksi FIFA,” imbuh senator yang dikenal rajin turun lapangan dan telah banyak berhasil memfasilitasi kepentingan masyarakat dan pemerintah daerah di Sulawesi Utara dengan pemerintah pusat ini.
Seperti santer beredar luas, penolakan kedatangan Timnas sepak bola Israel ikut Piala Dunia U-20 2023, pertama kali datang dari Gubernur Bali Wayan Koster. Padahal Bali menjadi salahsatu lokasi berlangsungnya Piala Dunia U-20 2023.
Reaksi FIFA
Meski belum memberi penjelasan resmi, namun FIFA telah bereaksi negatif dengan memberi beberapa sinyal. Antara, membatalkan drawing yang sedianya dilaksanakan pada 31 Maret mendatang dan menghapus atau menghilangnya lagu resmi Piala Dunia U-20 2023 di laman resmi FIFA, sebagaimana dilansir dari laman BolaSport.com, Selasa, 28 Maret 2023.
Teaser lagu resmi Piala Dunia U-20 2023 Indonesia telah dirilis pada Jumat, 24 Maret, pekan lalu.
Lagu tersebut berjudul Glorious yang dibawakan oleh Weird Genius besama Lyodra, Tiara Andini, dan Ziva Magnolya.
Namun lagu tersebut tak bisa ditemukan lagi di laman resmi FIFA pada 28 Maret 2023.
Ketika mencoba mengakesnya, justru tertulis ‘Ooops… Kami minta maaf, halaman tidak dapat ditemukan’.
Sudah ada tiga negara yang dikabarkan mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Yakni, Argentina, Peru dan Qatar.
Selain Gubernur Wayan Koster, penolakan Timnas Israel datang di tanah air juga ramai diberitakan datang dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang juga daerahnya menjadi salahsatu tempat pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023.
Akibat dari reaksi penolakan dan sinyal pembatatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dari FIFA, maka pemerintah disebut-sebut akan mengutus Ketua Umum PSSI Erick Thohir terbang ke markas FIFA di Zurich, Swiss untuk ‘membujuk’ FIFA. [heru]


