oleh

Dua Oknum Polisi Pasutri Saling Lapor, Begini Reaksi dan Sikap Atasan

Ambon, Fajarmanado.com — Dua oknum polisi pasangan suami isteri (pasutri) saling melapor. Atasan mereka pun bereaksi dan bersikap.

Lelaki Bripka SA melaporkan isterinya Ipda MP berselingkuh. Sebaliknya, Ipda MP mengadukan suaminya, selain berselingkuh, juga melakukan tidakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, H, MHum tak menampik ke dua laporan yang datang dari Pasutri anggota Polri tersebut.

Irjen Lotharia mengungkapkan, berdasarkan penyelidikan awal, rumah tangga kedua pasutri yang saling lapor ini sudah bermasalah sejak lama. Keduanya tidak lagi harmonis dan sudah hidup pisah atap.

“Saat ini keduanya sudah hidup terpisah dan tidak serumah lagi,” katanya kepada wartawan di Ambon Sabtu (17/9/2022).

Baca Juga :  Aniaya Warga, Perwira Polisi Polda Maluku Dipecat

Bripka SA diduga ringan tangan. Ia suka mabuk-mabukan di depan umum dan melakukan KDRT terhadap istrinya. Bahkan SA pernah dilaporkan suaminya ini ke Polres SBB terkait KDRT, dan putusannya sudah incrakh.

Tak hanya itu, Bripka SA juga dilaporkan ke Polsek Baguala terkait KDRT anak. Namun laporan tersebut masih dalam proses sampai saat ini.

Selain itu, SA juga dilaporkan atas tuduhan KDRT dan bahkan juga perselingkuhan di Propam Polda Maluku.

“Suaminya tersebut juga dilaporkan oleh Polwan tersebut karena juga ada indikasi hubungan dengan wanita lain,” tambah Kapolda.

Masalah yang dilaporkan SA, kata Kapolda, ternyata merupakan persoalan lama. Bahkan, masalah tersebut sudah pernah mereka selesaikan berdua, bersama keluarga. Namun sekarang diangkat kembali oleh SA.

Baca Juga :  Aniaya Warga, Perwira Polisi Polda Maluku Dipecat

“Polda Maluku akan tangani persoalan ini secara proporsional dan seimbang sesuai fakta yang terjadi,” ungkapnya.

Berdasarkan penyelidikan sementara, kedua pasutri tersebut terindikasi bermasalah.

“Kita akan proses kedua-duanya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan sementara ini sedang didalami oleh Propam,” tegasnya.

Di sisi lain, Kapolda juga mengaku akan melibatkan bagian psikologi. Hal ini dilakukan karena anak-anak keduanya perlu menjadi perhatian.

” Kita juga akan melibatkan bagian psikologi dan perlu juga perhatian kepada anak-anak mereka berdua,” tutup Kapolda Lotharia Latif.

(keket)