oleh

Ini Penjelasan Kadis Diknas Olfy Kalengkoang Terkait Fisik SMP Negeri 5 Likbar

Airmadidi,Fajarmanado.com – Kondisi fisik SMP Negeri 5 Likupang Barat saat ini menjadi atensi publik. Pasalnya bangunan tempat siswa menengah menuntut ilmu tersebut, jauh dari kesan layak karena kondisi sarana dan prasarananya banyak rusak.

Menyikapi hal ini kepala dinas Pendidikan Minahasa Utara Olfy Kalengkongan menjelaskan, SMP 5 Likupang Barat di desa Paputungan tersebut sudah 2 tahun diusulkan dan masuk nominasi penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) namun belum terakomodir.

“Sudah dua tahun sekolah tersebut masuk nominasi penerima DAK, namun untuk terakomodir tidaknya sekolah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat tersebut sepenuhnya kewenangan kementrian berdasarkan data yang diinput pihak sekolah melalui Dapodik.”terang Kalengkongan, Jumat (22/7).

Terkait hal ini, pihaknya akan memanggil kepala sekolah SMP Negeri 5 untuk dimintai penjelasannya terkait data sarana dan prasarana yang diinput di Dapodik. Sebab jika salah penginputan bisa menjadi alasan ditolaknya usulan sekolah tersebut menerima bantuan DAK. Yang menentukan penerima bantuan DAK, sepenuhnya kewenangan kementrian bukan dinas pendidikan kabupaten.

“Kami telah berupaya memberikan pemahaman kepada operator dan kepala sekolah terkait mekanisme penginputan data Dapodik, untuk itu kami akan kroscek dengan pihak sekolah terkait data yang diinput sehingga 2 tahun masuk nominasi tapi SMP Negeri 5 tidak terakomodir.”pungkasnya.

Ia menambahkan, Dapodik yang diinput sekolah akan dinilai oleh kementrian untuk menentukan sekolah calon penerima DAK.

“Kepsek akan dipanggil untuk diperiksa dapodik sekolah. Apakah sarana prasarana yang diinput di dapodik sudah sesuai atau belum. Sebab, yang menentukan sekolah untuk menerima bantuan DAK adalah Kementerian,” jelas Kadis Olfy.

Berikut SOP untuk mendapatkan bantuan DAK di Dinas Pendidikan

– Dimulai dari Dapodik Satuan Pendidikan, data sarana dan prasarana (Sarpras) nya harus diupdate oleh Operator Sekolah, kemudian operator melakukan sinkronisasi ke server Kementerian.

– Kemudian oleh Kementerian melakukan verifikasi data Sarpras dapodik Satuan Pendidikan yang disinkronkan Oprator Sekolah.

– Berdasarkan data Sarpras itu, Kementerian menetapkan nominasi kegiatan fisik revitalisasi Satuan Pendidikan (Satdik) DAK bagi satuan pendidikan, dan dikirimkan ke aplikasi Krisna.

– Selanjutnya oleh Operator Krisna di Dinas Pendidikan Kabupaten, sambil berkoordinasi dengan Bappelitbang, melakukan proses usulan calon penerima kegiatan revitalisasi Satuan Pendidikan lewat aplikasi Krisna.

– Kementerian melakukan verifikasi atas usulan dari Operator Disdik Kabupaten lewat aplikasi Krisna.

– Kementerian melakukan sinkronisasi / Rekon dengan Disdik Kabupaten atas usulan yang sudah diverifikasi, untuk dipastikan menjadi RKA (rencana kegiatan anggaran) Krisna. Dalam tahapan ini, perubahan atau penyesuaian atas usulan kegiatan, bisa dilakukan antara Disdik Kabupaten dengan Kementerian.

– Kementerian menerbitkan RKA untuk Satuan Pendidikan yang sudah diverifikasi dan disahkan untuk dilaksanakan sebagai kegiatan revitalisasi Satdik bidang pendidikan.

Penulis : Joel