oleh

Jabatan DPD II Golkar Minut di Plt-kan, Kemampuan Dewo Melawan CEP Diuji

Airmadidi, Fajarmanado.com – Penunjukan Jantje Wowiling Sajouw (JWS) sebagai Plt Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa Utara (Minut) oleh ketua DPD I Golkar Sulut Christany Eugenia Paruntu (CEP) dinilai inprosedural.  Denny Wowiling (Dewo) menilai pergantian dirinya dari jabatan ketua DPD II Golkar Minut suatu tindakan yang mengangkangi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

Dewo mengatakan, pemberhentian dirinya dari jabatan ketua DPD II Golkar tidak sesuai mekanisme dan aturan partai yang tertuang dalam AD/ART. Ia beralasan, hingga saat ini DPD I tidak pernah menyampaikan kesalahannya di partai atau mendapatkan teguran dari partai terkait kesalahannya yang melangggar AD/ART partai.

“Sampai saat ini saya tidak pernah mendapatkan teguran dan tidak pernah diberitahukan kesalahan saya yang melanggar AD/ART. Anehnya DPD I tiba – tiba mengeluarkan SK Plt DPD II Golkar, ini suatu tindakan otoriter yang bertentangan dengan aturan dan AD/ART .”tegas Dewo.

Selain itu lanjut Dewo, untuk mengganti jabatannya setidaknya harus mendapatkan dukungan minima 2/3 dari pengurus kecamatan, sedangkan 8 pengurus kecamatan yang sebelumnya bertanda tangan sudah mengirimkan surat tertulis untuk menarik dukungan pergantian ketua DPD II Golkar Minut.

“Persoalan ini akan saya bawa ke bidang organisasi DPP Golkar untuk melaporkan tindakan inprosedural oleh DPD I Golkar Sulut  atas pergantian dirinya dari jabatan ketua DPD II Golkar Minut,”lugasnya.

Sementara ketua DPD I Golkar Sulut melalui wakil ketua DPD I yang juga ketua Bapilu Golkar Sulut Jantje Wowiling Sajouw mengatakan, keterlibatan Dewo dalam mengumpulkan dukungan dari sejumlah DPD II Golkar di Sulut untuk menjatuhkan CEP dari kursi DPD I menunjukan sikap tidak loyanya terhadap pimpinan sehingga CEP mengambil tindakan tegas dengan mencopot jabatannya dari kursi ketua DPD II.

“Pergantian ketua DPD II Golkar Minut ini sudah disampaikan ibu CEP sejak 3 bulan lalu, bahkan saking kesalnya ibu CEP sempat mengatakan jika Dewo tidak tahu berterima kasih kepadanya. Entah apa alasan ibu CEP mengatakan itu, hanya ibu dan Dewo yang tahu,”tutur JWS, saat diwawancarai Kamis (25/11).

Terkait hal ini, JWS mengingatkan Dewo untuk loyal dan legowo menerima keputusan ini. Ia mengakui jika Dewo adalah kader Golkar yang potensial dan mempunyai kapasitas, untuk itu ia siap memberikan jaminan kepada Dewo untuk masuk dalam jajaran Caleg Provinsi Dapil Minut-Bitung jika Dewo masih ingin bersama dalam Gerbong partai Golkar.

“Sebaiknya Dewo legowo menerima keputusan ini, sebab usahanya untuk mengumpul tanda tangan atau dukungan untuk membatalkan keputusan DPD I terkait pemberhentian dirinya akan sia-sia sekalipun dukungan itu ditulis dengan tinta air mata.”lugasnya.

Upaya Dewo yang akan membawa persoalan ini ke DPP Partai Golkar secara otomatis akan menguji kemampuan dan pengaruh Dewo dan CEP di DPP. Jika keputusan DPD I dibatalkan dan mengembalikan jabatan ketua DPD II ke Dewo, secara otomatis kredibilitas CEP selaku ketua DPD I akan jatuh. Begitu juga sebaliknya jika permohonan Dewo ditolak DPP maka karir Dewo di partai berlambang beringin ini terancam tamat.(Joel)

 

News Feed