oleh

Camat Kawangkoan, Eightmi: Ayo Vaksin dan Tak Jenuh Terapkan Protap

Kawangkoan, Fajarmanado.com – Status zona kuning Covid 19 diharapkan tidak membuat masyarakat lengah. Meski grafik terkonfirmasi terpapar Coronavirus Disease 2019 terus melandai tapi masyarakat harus tetap waspada.

“Hanya ada dua cara agar kasus Covid 19 bisa terus melandai dan ditekan, bahkan habis. Yaitu, ayo vaksin dan tetap menerapkan protap kesehatan,” kata Camat Kawangkoan, Eightmi Yohanna Moniung, SH, Selasa (21/9/2021).

Di depan peserta Rakor Kecamatan (Rakorcam) Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara, Eightmi mengingatkan masyarakat agar jangan jenuh memakai masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak atau menghindari kerumunan dalam setiap beraktivitas.

Selain menerapkan protokol tetap (protap) kesehatan, menurutnya, mencapai herd imunity menjadi harapan dan target pemerintah.

Baca Juga :  Hukum Tua Desa Tombasian Atas Imbau Masyarakat, Pengucapan Syukur Sesuai Protap

“Di Kawangkoan sendiri baru sekitar 49 persen dari target sasaran sekitar 8.553 orang divaksin Covid 19,” ujarnya di Balai Desa Tondegesan.

Untuk itu, lanjut Anne, sapaan karib Eightmi Yohanna Moniung, pemerintah desa dan kelurahan serta tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengajak masyarakat, baik usia 12-17 tahun maupun dewasa dan lansia, mengikuti program vaksinasi Covid 19.

“Tolong tangkal hoax-hoax yang berkembang yang menyebabkan masyarakat takut divaksin. Sampaikan, semua merek vaksin (Covid 19) sama baiknya,” pintanya.

“Kalau ada masyarakat yang mau divaksin, jangan menunggu jadwal di desa atau kelurahannya. Jika ada di desa atau kelurahan lain, silahkan datang bawa identitas diri, seperti KTP,” lanjut dia.

Baca Juga :  Hukum Tua Desa Tombasian Atas Imbau Masyarakat, Pengucapan Syukur Sesuai Protap

Sementara itu, Dokter Reagen Mamesah membenarkan hal tersebut. “Silahkan saja. Seperti hari ini, ada di GMIM Eben Haezer Talikuran dan Kantor Lurah Uner Satu,” ujarnya.

Mewakili Puskesmas Kawangkoan, Dokter Reagen menangkal isu yang berkembang di masyarakat selama ini bahwa kasus Covid 19 cuma akal-akalan pihak puskesmas atau rumah sakit.

“Apabila terpapar Covid 19 ini, dapat merusak organ-organ vital penderita, seperti ginjal dan paru-paru,” jelasnya.

“Jadi tolong jangan kambing hitamkan kami,” imbuhnya.

Rakor dihadiri Wakapolsek Kawangkoan, Iptu Hanny Rorie, para UPT Pendidikan, Perhubungan, kepala desa dan lurah serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Penulis: Maxi Heru

News Feed