oleh

Hore! Urus Surat Kependudukan Sudah Bisa di Kantor Camat, Ini Daftarnya

Sonder, Fajarmanado.com – Meski terkesan tergesa-gesa, program mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil ternyata mulai direalisasikan di tingkat kecamatan di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Kendati nyaris tak ada persiapan, namun pelayanan permohonan sebagian urusan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mulai dilakukan di kantor-kantor camat.

Langkah ini menyusul Disdukcapil Minahasa mengedarkan; “Informasi Penting!” tentang Pengurusan Dokumen Kependudukan di kantor-kantor camat mulai hari Selasa, 7 Juni 2021, pekan ini.

Pengumuman ini menghentak semua 23 camat di Kabupaten Minahasa. Umumnya, mengaku masih belum tahu persis mekanisme penerbitan ke enam dukumen kependudukan tersebut.

Pasalnya, kabar pelimpahan ini tidak disosialisasikan lebih dulu sebelum diumumkan.

Bahkan, kata sumber camat, belum ada petunjuk teknis bagaimana cara menerbitkannya. Dukcapil tidak atau belum meminta para camat mengirim utusan untuk mendapat pembekalan dan pelatihan singkat mekanisme penerbitan enam dokumen kependudukan itu sendiri.

Walaupun begitu, sejumlah Kantor Camat ternyata mulai melayanan penerbitan dokumen kewarganegaraan dimaksud.

Kantor Camat Sonder, misalnya, berhasil melakukan cetakan pertama, berupa Kartu Keluarga (KK) pada Jumat (11/6/2021).

KK pertama tersebut atas nama kepala keluarga Ronald Mawei, yang sebelumnya tercatat penduduk Desa Sendangan, berpindah berdomisili di Desa Leilem Dua.

“Kami langsung melakukan persiapan begitu Disdukcapil Minahasa merilis prosedur pengurusan bisa langsung ke kecamatan masing-masing,” kata Camat Sonder, Denny Mangundap, SS kepada wartawan di Sonder.

Baca Juga :  Alumni Menggebrak, SMP Nasional Kawangkoan Mulai Bangkit

Sementara, Kabid Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Minahasa, Ralph Mamahit, SSos membenarkan kebijakan baru tersebut.

“Sesuai petunjuk pimpinan demikian, karena memiliki banyak kemudahan bagi masyarakat untuk mengurus akta dan surat-surat lainya,” kata Mamahit yang pernah menjadi Camat Kawangkoan.

Adapun surat-surat yang bisa diurus segera di kantor kecamatan, sebut Ralph, antara lain, Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI/ (pindah dan datang), KK, akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan dan akta perceraian.

“Khusus akta perceraian, meski sudah bisa diurus di kantor kecamatan tapi prosedurnya harus ada keputusan pengadilan terlebih dahulu dan didaftarkan lagi di Disdukcapil,” jelasnya.

Soal pengurusan KTP, menurut Ralph, masih tetap diurus di Disdukcapil. “Sebab, ini terkait dengan ketersediaan perangkat keras atau alat pencetak khusus KTP yang masih tersedia di Disdukcapil Minahasa di Tondano,” ujarnya.

Camat Kawangkoan, Eightmi Johanna Moniung, SH juga membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima permohonan penerbitan ke enam surat kependudukan tersebut.

“Yang penting dokumen kependudukannya sudah lengkap, bisa kami proses,” tuturnya, terpisah.

Mengenai lama proses, menurut Eightmi amat tergantung pada jaringan internet. ” Mudah-mudahan jaringan (internet) tidak ada gangguan, prosesnya lebih cepat,” ujarnya.

Baca Juga :  All Out Dukung Pemkab, Kapolres Tommy Sebut Akan Sekat Batas Wilayah Minahasa

Kecamatan Sonder dan Kawangkoan sendiri sudah sejak tanggal 7 Juni 2021 atau tanggal pengumuman mulai diberlakukan di kecamatan, benar-benar telah siap.

“Telah ada beberapa (warga) yang datang hanya saja karena ada berkas atau dokumen yang belum atau tidak lengkap otomatis belum bisa terlayani karena ini online jadi harus ditandatangani dan didaftarkan di Disdukcapil terlebih dahulu. Jika sudah tuntas maka kami bisa cetak atau print di sini (kantor kecamatan Sonder),” kata Sekcam Sonder Diany Dien SSTP, MSi.

Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

“Patut diapresiasi untuk Pemkab Minahasa khususnya Disdukcapil. Sebab, selain cepat akan sangat membantu masyarakat mulai dari soal waktu hingga biaya untuk transport dari dan ke Tondano,” kata warga Kolongan Atas, Fentje Lontaan dan Menly Palar, warga Kelurahan Sendangan Selatan.

Sonder dikenal kecamatan terbanyak yang memiliki jumlah desa yakni 19. Sehingga sangat terbantukan dengan proses pengurusan administrasi kependudukan di tingkat kecamatan.

Hukum Tua Timbukar Odry Lombogia dan Hukum Tua Sawangan Rudy Samola juga memberi nilai plus terkait hal tersebut.

“Di kecamatan Sonder desa kami paling jauh. Nah, dengan adanya kemudahan lewat pengurusan di kecamatan tentu menberi banyak kemudahan bagi masyarakat,” kata Odry dan Rudy, sependapat.

Penulis: Maxi Heru

News Feed