oleh

Olvi Kalengkongan Tegaskan, Potongan Sertifikasi Guru Hoax

Airmadidi, Fajarmanado.com – Tudingan soal adanya potongan dana sertifikasi Guru secara sepihak oleh Dinas Pendidikan Minahasa Utara (Minut) dinyatakan hoax atau omong kosong belaka.

Kepala Dinas Pendidikan Minut, Olvi Kalengkongan menegaskan, penyaluran dana sertifikasi guru langsung ditransfer ke rekening guru di Bank SulutGo.

Di era saat ini tidak ada lagi gaji diterima secara tunai, melainkan langsung ditransfer ke rekening masing – masing guru penerima sertifikasi secara utuh, kecuali bagi guru yang menjaminkan tunjangan sertifikasinya di bank Prisamadana yang sebagian gajinya langsung dipindah bukukan oleh Bank SulutGo ke rekening bank Prismadana sesuai dengan jumlah angsuran yang telah disepakati oleh guru dan pihak bank pemberi pinjaman.

“Tujuan kami menjalin kerjasama dengan bank Prismada untuk membantu guru sertifikasi mendapatkan pinjaman. Soal mekanisme pembayaran itu urusaan bank dengan guru, kami hanya memberikan rekomendasi pemindah bukuan dari bank SulutGo ke bank Prismadana berdasarkan kesepakatan antara guru selaku kreditur dengan bank Prismadana.”Jelas Kalengkongan yang didampingi sekretaris diknas Petra Enoch.

Baca Juga :  Ini 48 Penjabat Hukum Tua yang Dilantik Bupati Minut Joune Ganda

Terkait hal ini, Kalengkongan mengaku pernah di somasi oleh kepala sekolah SD Negeri Treman Redyana Panebaran tanggal 6 maret lalu yang somasinya telah dijawab tanggal 15 maret 2021. Dalam jawabannya tersebut, menjelaskan tentang mekanisme dan penyaluran sertifikasi guru kepada yang bersangkutan.

Soal informasi terkait adanya uang tunai yang diberikan pihak bank Prismadana kepala dinas dibantah keras Olvi Kalengkongan, menurutnya informasi tersebut tidak hanya bohong tetapi menyesatkan sebab dirinya tidak pernah menerima apapun dari pihak bank.

“Silahkan di cek ke pihak bank prismadana jika pernah memberikan sesuatu kepada saya. Informasi ini sangat tidak mendasar dan menyesatkan.”lugasnya.

Sementara kepala cabang Prismadama Maya Mamahit ketika dikonfirmasi menjelaskan, angsuran piutang guru sertifikasi langsung dipindah bukukan dari bank SulutGo ke bank Prismada sesuai dengan kesepakatan pihak bank dengan nasabah yang dal hal ini guru sertifikasi. Untuk sertifikasi triwulan IV tahun 2020 telah di potong angsuran 3 bulan di tahun 2021 yakni Januari,Februari dan Maret.

Baca Juga :  Srikandi Asal Desa Laikit Sambut Bupati Joune Ganda di Kampus IPDN Jatinangor

“Karena pencairan sertifikasi guru per triwulan sehingga setiap pencairan, langsung di potong angsuran 3 bulan.”terang Mamahit.

Ia juga membantah soal informasi adanya upeti kepada kepala dinas atas adanya kerjasama antara Diknas dan bank Prismadana.

Senada dikatakan pimpinan bisnis group bank Prismadana Jefry Wulur, menurutnya pihak bank tidak pernah memberikan apapun kepada kepala dinas, apalagi hadiah dalam bentuk uang.

“Saya tegaskan bahwa, kami tidak pernah memberika hadiah dalam bentuk apapun kepada kepala dinas. Kerja sama kami ini murni untuk membantu para guru sertifikasi dalam memperoleh pinjaman.”tegas Wulur.

Ia menambahkan, pihak bank bersama bagian hukum sedang mengkaji tudingan terhadap bank Prismadana terkait pinjaman guru sertifikasi, untuk mengambil langkah selanjutnya,(Joel).

 

News Feed