oleh

Hebat,,,Desa Ponosakan Indah Menjadi Pilot Projek Pencegahan Korupsi di Minahasa Tenggara

Belang,Fajarmanadocom — Pekerjaan Dana Desa Tahap Pertama di Tahun 2021 Khusus di desa Ponosakan Indah sementara dikerjakan.

Desa Ponosakan Indah kecamatan Belang menjadi pilot projek pencegahan korupsi di kabupaten Minahasa Tenggara, hal ini berkaitan dengan pemeriksaan pekerjaan oleh Inspektorat dan di didampingi oleh kepala dinas PDM kabupaten Minahasa Tenggara.

 


Hukum Tua desa Ponosakan Indah Silvia Bokingo melalui sekretaris desa Defri Tiow menjelaskan untuk dana desa tahap pertama tahun ini diperuntukkan untuk pembuatan plat penutup Drainase.

“Untuk pekerjaan tahap ini, pembuatan plat penutup Drainase sekitar 132.5 Meter,”kata Tiow.

Sementara itu kepala Dinas PMD Kabupaten Minahasa Tenggara Arnold Mokosolang mengatakan Desa Ponosakan Indah menjadi salah desa desa dari lima desa yang menjadi percontohan dalam menyiapkan dan pertama menyiapkan administrasi pengelolaan dana desa tahun 2021.

Baca Juga :  DPRD Mitra Sukses Gelar Paripurna RPJMD

” Desa Ponosakan Indah ini menjadi pilot projek pencegahan korupsi di kabupaten Minahasa Tenggara,ini menjadi kebanggaan bagi desa Ponosakan Indah,”Kata Mokosolang.

Mokosolang juga menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi tersebut dimaksudkan untuk menjunjung transparansi, pengelolaan penggunaan anggaran desa di Seluruh desa yang ada dila serta upaya untuk mencegah adanya kekeliruan atau hambatan komunikasi.

“Memang sudah bagian dari tugas kami sebagai pemerintah, untuk memastikan pembangunan di tingkat desa sejalan sesuai aturan, tidak menyalahi ketentuan,” ungkap Mokosolang.

Baca Juga :  Kumabal, Oknum Kades Direkom Non Aktif Sementara

Dia juga menyampaikan, agenda monitoring dan evaluasi di wilayah Kecamatan belang sudah berlangsung di beberapa desa dan akan terus berlangsung, demi memastikan setiap rencana-rencana pembangunan yang dikerjakan sesuai dengan aturan, juga hukum yang berlaku.

“Intinya kami ingin setiap Hukum Tua terhindar dari penyalahgunaan wewenang, sekaligus juga menjalankan fungsi kontrol, sejauh mana setiap Pemdes merealisasikan pembangunan baik fisik, maupun non fisik, serta pemahaman pada aparatur Desa setempat dalam pemanfaatan DD, juga ADD,” tambahnya.

 

Penulis : Didi Gara

News Feed