oleh

Sumendap Sebut Sanksi Tegas Menanti CPNS yang Tak Tinggal di Mitra

Ratahan, Fajarmanado.com –Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra) super serius memutus mata rantai penyebaran covid 19.

Selain rutin mensterilkan ruang-ruang publik dan kawasan pemukiman penduduk, penjagaan di wilayah perbatasan dengan menerapkan protokol kesehatan terus intens dilakukan. Bahkan, menyusul para ASN, Bupati James Sumendap SH, mewajibkan pula 139 CPNS harus tinggal di Mitra.

Bupati James Sumendap mengatakan, sekira 70 persen CPNS merupakan warga luar Mitra.

Untuk itu, Bupati Mitra dua periode ini menegaskan, CPNS harus tinggal dan berdiam di daerah tersebut, sebagaimana ASN.

Baca Juga :  Virus Corona Kian Meresahkan, Jones: di Mana Dana Pemkab Minahasa

Meski demikian, JS, sapaan karib James Sumendap masih memberikan kelonggaran waktu selama 2 minggu bagi CPNS untuk menyiapkan segala sesuatu sebelum menetap di wilayah Mitra.

“Saya memberikan waktu selama dua minggu untuk menyiapkan segala keperluan. Selanjutnya, tidak ada lagi yang bolak-balik di Minahasa Tenggara,” tegasnya saat melantik pejabat esalon 2, baru-baru ini.

Apabila setelah tengat waktu yang diberikan masih ada CPNS yang kedapatan bolak-balik masuk Mitra, dirinya memastikan akan memberikan tindakan tegas, sampai tidak diikut sertakan dalam giat Prajabatan.

Baca Juga :  Tekan Penyebaran Corona, Brimob Maluku Kembali Sterilkan Dua Masjid Ini

“Kalau kedapatan tentunya CPNS bersangkutan saya pastikan tidak akan mengikuti prajab,” tegasnya.

Diketahui, selain mengancam memberikan sanksi tegas bagi CPNS yang melanggar aturan, Bupati juga sudah menginstruksikan Kepala BKPSDM Mitra, untuk memecat dua pegawai Dinas Perhubungan yang diduga sudah tidak bertugas lagi yang disinyalir tak masuk kantor sejak medio Desember tahun lalu.

“Kepala BKPSDM agar segera membuat surat pemecatan bagi kedua ASN yang sudah tidak bekerja lagi,” tandasnya.

Penulis : Didi Gara

News Feed