oleh

Narasumber Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Maluku, Ini Kata Kapolda Baharudin

Ambon, Fajarmanado.com – Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs Baharudin Djafar hadir dan menjadi narasumber Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Angkatan I Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku Tahun 2020 di Swiss Bell Hotel Ambon, Kamis (15/10/2020).

Memaparkan materi; “Penguatan Kamtibmas Maluku”, Kapolda Maluku Irjen Pol Drs Baharudin Djafar mengingatkan supaya jangan terlalu bangga kalau dikenal banyak orang.

“Tadi ada yang sampaikan bawah kegiatan Kapolda Maluku sempat viral. Kita merasa ria di dalam hati karena mulai di kenal orang lain,” katanya.

Namun, katanya, dirinya sering mengingatkan jangan terlalu bangga apabila telah dikenal banyak orang.

“Saya juga sering bicara di berbagai tempat yang di situ juga dihadiri para ulama-ulama. Saya selalu mengingatkan kita bahwa jangan terlalu bangga kalau dikenal oleh orang lain karena banyak kita dikenal oleh orang tetapi penduduk langit kita tidak di kenal.

“Yang paling utama adalah bagaimana penduduk langit kenal sama kita,” Irjen Baharudin.

Kapolda mengungungkapkan dirinya terlahir sebagai anak kampung dari Sulawesi Selatan.

“Jadi kalau saya ditempatakan tugas ke mana pun, saya senang memakan ubi,” ujar Kapolda yang juga menyakini bahwa bertugas di Maluku adalah tempat yang disiapkan Allah baginya.

Kapolda menilai, terkadang masyarakat tidak mengikuti apa yang disampaikan penyuluh agama. Padahal, penyuluh berperan layaknya obor. Yang mereka sampaikan adalah kebaikan.

“(Penyuluh) ini adalah kerja Andia Allahu salam dan ini adalah kerja pilihan yang mana manusia dipilih oleh Allah SWT maka di berikan kerja yang menyuluh orang lain,” ucapnya.

Baca Juga :  Kapolda Baharudin Audiensi dengan Bankompol Kamtibmas Nuri

Kapolda Baharudin menjelaskan, sejarah manusia terdiri dari dua unsur yaitu ada ruh ada jasad.

“Ruh jarang kita isi rohani kita, padahal ruh ini jauh lebih penting dari pada jasat. Ruh Asalnya dari langit, maknanya dari langit juga yaitu iman dan suatu saat ruh juga akan kembali ke langit,”ujarnya.

Sedangkan jasad, lanjutnya, berasal dari tanah dan makannya dari tanah juga. “Dan makan yang kita makan semua pun dari tanah dan insyaallah saatnya kita akan kembali ke tanah juga,” paparnya.

“Maknanya ruh ini jauh lebih penting dari pada Jasat, tetapi yang kita utamakan di sini adalah Jasat,” sambung dia.

Dikatakan, jika mau dikatakan menjadi pemimpin, kalau mau melayani orang, Penyuluh ini kerjanya melayani dan memberikan pelayanan kepada orang orang sehingga Allah SWT mengangkat derajatnya.

Dalam kegiatan ini, yang diperlukan adanya sosialisasi. Tujuannya juga untuk peran serta dalam menjaga dan peningkatan Babinkamtibmas di Maluku ini.

“Peran penyuluh adalah sebagai tempat memperoleh informasi berkenaan dengan kehidupan keagamaan. Saya yakin dengan kegiatan ini, pasti keamanan akan terjalin dengan baik,” jelas Kapolda Baharudin.

Sementara Perwakilan Pangdam XVI Pattimura Kolonel Inf Ir. Edi Sarwono memaparkan materi; “Mewujudkan Ketahanan Nasional, Melalui Bela Negara”.

Bela negara itu, katanya, sebenarnya sederhana, tidak perlu perang, latihan militer atau disuru lari sama bapak polisi itu. Tidak ada.

Baca Juga :  Kapolda Baharudin Djafar Mengikuti Upacara HUT Brimob ke 75 Melalui Virtual di Ambon

“Tetapi, seperti apa yang sudah disampaikan oleh bapak Kapolda tadi, mens sana in copore sano  itu sudah kita rubah, yaitu buanglah sampah pada tempatnya. Itulah wujud dari pada bela negara,”ujar Kolonel Inf Ir. Edi Sarwono.

Yang dimaksudkan dengan ketahan nasional, kata Sarwono, adalah kondisi keuletan dan ketangguhan yang mengaduh kemampuan, kekuatan ketahanan nasional dalam menghadapi segala ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar.

Ancaman langsung maupun tidak langsung. “Bagaikan integritas kelangsungan hidup bangsa negara serta mengajak perjuangan tujuan nasional,” ujarnya.

Menyinggung soal Covid 19, Sarwono mengatakan, karena sudah berstatus pandemi maka  tidak hanya mengancam secara nasional tetapi juga sudah mendunia.

Update terakhir pada tanggal 13 Oktober 2020, lanjut dia, di dunia yang terkonfirmasi positif Covid 19 sudah mencapai 38, 032 juta kasus terinfeksi, sedangkan di Indonesia sendiri sudah l 340.000 lebih dan sembuh baru 263. 000 dan meninggal 12 ribu.

Sedangkan dalam wilayah Maluku, yang positif 3.454 orang, sembuh 500 dan meninggal 42 orang.

“Dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini faktor ekonomi di Indonesia menurun – 5, 32 persen, bahkan bapak Presiden Republik Indonesia mengatakan kalau itu terjadi terus menerus kemungkinan angka menjadi resesi, kemudian di Maluku ekonomi mines 0,92 persen,” ujarnya Kolonel Inf Ir. Edi Sarwono.

Penulis: Kate Mailoa

News Feed