Manado, Fajarmanado.com –Pasangan calon (Paslon) Pilkada Manado 2020, Prof. Dr. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene, MS dan Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan, SE, MSM (JPAR-AiM) untuk menjadikan Kota Manado Rukun dan Cerdas ternyata tak hanya slogan belaka.
Faktanya, paslon nomor 4 ini, dalam setiap turun kampanye, dengan masif selalu berupaya menularkan bagaimana sikap toleransi antar umat beragama dapat terjaga.
“Visi PAHAM menjadikan Kota Manado yang kita cintai ini aman, nyaman, dan damai bagi setiap penghuninya. Manado adalah rumah besar kita bersama, terdiri dari beragam suku, agama, dan golongan. Tugas kita merawat kerukunan ini bersama,” ujar JPAR, dalam kampanye terbatasnya di Pondok Hijau Resto Manado, Selasa (6/10/2020).
JPAR menegaskan, paslon PAHAM sangatlah peduli dengan kerukunan, kesehatan dan pendidikan. “Ya, kami asuransikan semua warga Manado dengan jaminan kesehatan gratis, begitu pula bagi ibu hamil, menyusui, hingga melahirkan. Dan tidak boleh ada satu anakpun yang tidak merasakan pendidikan,” tegas JPAR, di depan puluhan ibu-ibu Komunitas Wanita Islam (KWI) Kota Manado dan Wanita Kaum Ibu (WKI) GMIM Wilayah Manado Utara III tersebut.
Ketua Komunitas Wanita Islam (KWI) Kota Manado, Hj Saltje Mokoginta mengatakan, sosok seorang ibu sangatlah melekat pada diri JPAR.
“Kami melihat Ibu JPAR sangat peduli terhadap kaum perempuan. Dalam pemaparan program tadi dikatakan, ibu hamil dan anak dalam kandungannya sudah ditanggung, dengan pemberian insentif.
Pun ketika lahir, lanjutnya, semuanya gratis karena PAHAM memberikan jaminan kesehatan gratis lewat program Universal Coverage (UC).
Senada, Ketua Wanita Kaum Ibu (WKI) GMIM Wilayah Manado Utara III, Pnt. Sinatje Tumandung, SPd melihat program JPAR sangatlah pro rakyat.
“Ibu JPAR juga sangat peduli terhadap pendidikan. Prinsip Ibu JPAR ‘Tak boleh ada satu anakpun yang tidak memiliki pendidikan’, sangatlah menyentuh,” sambung Pnt. Sinatje.
Gelaran kampanye yang diadakan paslon PAHAM itu sendiri sempat menuai pujian, karena JPAR dapat mempersatukan umat beragama dalam kampanye terbatasnya tersebut.
“Manado memang butuh sosok pemimpin yang mengayomi. Yang dapat menjadikan kota ini rukun dan cerdas,” ujar para ibu-ibu.
Penulis: Herly Umbas

