oleh

Upacara HUT Provinsi Sulut di Tomohon, Sekkot Lolowang Inspektur dan Joseph Komandan

Tomohon, Fajarmanado.com – Upacara peringatan HUT Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke 56 ikut digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Tomohon, Rabu (23/9/2020).

Upacara yang berlangsung hikmat dengan menerapkan protokol kesehatan itu dipimpin Inspektur, Sekretaris Kota (Sekkot) Tomohon, Ir. Harold Lolowang, MSi dengan komandan upacara, Camat Tomohon Utara, Michael Joseph, SSTP, MSi.

Tampak hadir, selain jajaran ASN Pemkot Tomohon, juga Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot, SIK, MH, Dandim 1302 Minahasa Letkol Inf. Harbert Andi Amino Sinaga, SIP, Kajari Tomohon diwakili oleh Kasubsi Upaya Hukum dan Eksekusi Muslimin Lagalung, SH, jajaran BAMAG Tomohon dan jajaran FKUB Tomohon.

Membacakan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE, Sekkot Harold Lolowang smewakili Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE.Ak, CA mengatakan, peringatan HUT ke-56 Provinsi tercinta ini, sebagai momentum refleksi terhadap apa yang telah diperjuangkan oleh founding fathers, para pendahulu kita.

Menjadi harapan, katanya, dalam peringatan momentum bersejarah hari ini, seluruh masyarakat dari Miangas sampai Pinogaluman, akan bersama-sama larut dalam suasana sukacita melintasi sejarah panjang Sulut yang semakin mapan di usia 56 tahun.

Ucapan syukur sambil memaknai tahapan demi tahapan pembangunan yang berkelanjutan, serta menyatakan tekad, sikap dan komitmen untuk terus berjuang bersama, bergotong royong, bersatu padu memberikan kerja dan karya yang paripurna, demi kemajuan daerah, perkembangan pembangunan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Nyiur Melambai.

Realita membuktikan bahwa kemajuan yang signifikan Provinsi Sulut, tahun demi tahun hingga hari ini genap berusia 56 tahun, diraih karena stabilitas keamanan daerah yang kondusif dan terkendali, toleransi antar umat beragama yang terus terjaga, kerukunan di tengah masyarakat yang terpelihara, serta solidaritas dan semangat gotong-royong seluruh rakyat Sulut yang senantiasa menggelora.

Baca Juga :  Sabrina Sumendap Dilantik Bendahara PAC Tombatu Utara

Bahkan, survei Setara Institute dan survei indeks, kerukunan umat beragama Kementerian Agama RI dalam beberapa tahun terakhir ini, menjadikan Provinsi
Sulut sebagai salah satu daerah paling rukun dan paling toleran di Indonesia.

Kemajuan daerah yang mampu tercipta secara signifikan, ditopang oleh geoposisi wilayah Sulut yang berada di bibir pasifik, serta kebijakan strategis pembangunan daerah dan optimalisasi sektor-sektor unggulan Sulawesi Utara, antara lain seperti pertanian, kelautan, perikanan, kehutanan dan pariwisata.

“Dengan semangat kerja bersama dan gotong royong kita selama ini, kita berhasil mewujudnyatakan sejumlah program pembangunan, yang pencapaiannya sangat menggembirakan. Indikator makro ekonomi Provinsi Sulawesi Utara senantiasa menunjukan progres positif,” paparnya.

Hal tersebut nampak antara lain pada:
1. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang sejak tahun 2016 sampai 2019 selalu berada diatas rata-rata nasional, yakni pada angka rata-rata 6%. Bahkan dalam masa pandemi covid-19 di tahun 2020, secara kumulatif (pada semester I) masih bertumbuh positif pada angka 0,38%;

Baca Juga :  Dukungan Doa Terus Mengalir Bagi Olly -- Steven

2. Angka kemiskinan yang mampu ditekan hingga berada pada angka 7,51% di tahun 2019 dari sebelumnya 8,98% pada tahun 2016, dimana angka kemiskinan di Sulawesi Utara berhasil ditekan hingga satu digit melalui optimalisasi program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan;

3. IPM Sulawesi Utara, yang merupakan pengukur tingkat kesehatan, pendidikan dan pengeluaran per Kapita, mengalami peningkatan dari angka 71,05 pada tahun 2016, menjadi 72,99 pada akhir tahun
2019, dan angka itu berada diatas nasional, bahkan berada pada peringkat 7 dalam 10 tahun terakhir;

4. Aktivitas ekonomi berkelanjutan yang juga meningkat, dengan indeks kualitas lingkungan hidup, berada pada angka rata-rata 70%; dan

5. PDRB perkapita Sulawesi Utara yang terus meningkat dalam periode 2016-2019. Di tahun 2016 berada pada angka 41,33 Juta Rupiah dan pada tahun 2019 mencapai 52,2 Juta Rupiah.

“Selain itu, kita juga berhasil memperoleh prestasi membanggakan, antara lain dinobatkannya Sulut sebagai The Rising Destination of Year 2019, karena keberhasilan kita meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara,” tuturnya.

Penulis: Jerry Michael

News Feed