Miris..! Di Masa Pandemi, Dokter, Paramedis dan Pegawai RS Ini Tak Terima Gaji Penuh
Penampakan Ruang UGD RS Siloam Sonder. Foto: Ist.

Miris..! Di Masa Pandemi, Dokter, Paramedis dan Pegawai RS Ini Tak Terima Gaji Penuh

Sonder, Fajarmanado.com – Miris..! Di tengah pandemi Corovavirus Diaease 2019 atau Covid 19, dokter, paramedis dan pegawai rumah sakit (RS) Siloam Sonder, Minahasa, Sulawesi Utara ternyata tidak menerima gaji secara penuh.

Terhitung sejak bulan Maret 2020 lalu, para ‘ujung tombak’ penanganan Covid 19 itu mengaku tidak lagi menerima upah bulanan secara utuh, sebagaimana bulan-bulan sebelum wabah non alam melanda tanah air.

“Praktis sejak bulan Maret kami tidak lagi menerima gaji full. Hanya sebagian kecil saja,” ungkap sejumlah sumber tenaga medis RS Siloam Sonder kepada Fajarmanado.com terpisah sepekan terakhir.

Anehnya, tak semua paramedis dan pegawai yang hanya menerima panjar gaji. Mereka yang berstatus pegawai baru menerima gaji penuh.

Tak heran, ada apoteker yang dikabarkan sudah “angkat kaki”, pindah kerja di apotek rumah sakit lain.

“Jadi, yang tak menerima gaji utuh, kami pegawai lama. Pegawai baru tetap terima gaji penuh,” tandas salahsatu sumber, yang dibenarkan rekan-rekan sekerjanya.

Meski demikian, mereka senada mengatakan jika tetap masuk kerja sesuai jadwal.

“Persoalan, kerja kami berhubungan dengan keselamatan manusia. Kami diajarkan untuk mengenyampingkan persoalan pribadi lain ketika sedang bertugas sebagai wujud konkret tanggung jawab kerja,” papar sumber yang mengaku takut disebutkan namanya ini.

Mereka pun berharap agar manajemen rumah sakit, terutama Direktur RS Siloam dapat memenuhi hak mereka.

“Kalau memang manajemen (RS Siloam Sonder) kesulitan dana, tentu bisa mensolusikan melalui Yayasan Medika GMIM yang menaungi rumah sakit ini,” tutur sumber.

Direktur RS Siloam Sonder, dr. Arthur Mozes Lawalata, MARS belum berhasil ditemui di kantornya, Kamis (27/8/2020) tadi.

Namun Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian, Lenda Wilar tak menampik kabar ini.

“Ya, memang sejak bulan Maret lalu. Tapi, mereka tetap diberi (gaji) sesuai kemampuan keuangan,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Menurut Lenda, pihaknya mengalami persoalan keuangan sejak Pandemi Covid 19 melanda tanah air. Tingkat kunjungan masyarakat turun drastis. Bahkan, pernah hanya ada 7 pasien dalam satu bulan.

“Tidak semua pegawai yang hanya dapat panjar. Pegawai baru terima gaji full. Yang terdampak, kami ini pegawai lama,” ujarnya.

Dengan seretnya penerimaan keuangan sejak Februari lalu, maka mulai bulan Maret lalu, manajemen terpaksa tidak bisa membayar penuh gaji bulanan pegawai sampai saat ini.

“Pegawai baru terima penuh, karena mungkin gaji mereka belum tinggi. Pegawai lama yang tidak dibayarkan penuh, tapi tetap ada setiap bulan. Kami berusaha menerapkan program pemerataan. Semua dapat walaupun pegawai lama seperti kami ini tidak sesuai dengan gaji bulanan,” jelas Lenda.

Lantas, bagaimana dengan selisih gaji yang belum terbayarkan, Lenda menegaskan, tetap akan dibayarkan kepada semua pegawai meskipun telah pindah kerja. “Kalau sudah ada dananya, pasti kami bayar semua,” tandasnya.

Mengenai kemungkinan peran Yayasan Medika GMIM untuk menalangi kekurangan dana, Lenda menolak berkomentar.

“Kalau soal itu, saya tidak bisa jawab. Harus Pak Direktur yang menjelaskan,” kilahnya.

Yayasan Medika GMIM sendiri, selain RS Siloam Sonder, juga menaungi RS Bethesda Tomohon, RS Pancaran Kasih Manado, RS Kalooran Amurang dan RS GMIM Tonsea.

Penulis: Herly Umbas