oleh

PKB – Nasdem Rujuk, PDM – SGR Penuhi Syarat Pencalonan Kepala Daerah

Airmadidi,Fajarmanado.com – Setelah sempat membatalkan Surat Keputusan berkoalisi dengan partai Nasdem di Pilkada Minahasa Utara, kini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) besutan Muhaimin Iskandar ini rujuk dengan partai Nasdem dan mencalonkan Shintia Gelly Rumumpe dan Petrus Defni Macarau (SGR-PDM) sebagai bupati dan calon Bupati Minahasa Utara. Koalisi PKB – Nasdem memastikan pasangan SGR – PDM memenuhi syarat dukungan untuk mendaftar di KPU Minahasa Utara.

Kembalinya PKB dan Nasdem berkoalisi di Pilkada Minahasa Utara ditandai dengan Surat Keputusan (SK) nomor : 3647/DPP/01/IIIV/2020 yang ditanda tangani langsung ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen M.Hasanudin Wahid. SK yang ditandatangani dua petinggi PKB ini langsung diatas formulir SK parpol model B.1 KWK.

SK Parpol model B.1 KWK tersebut merupakan syarat dukungan yang akan dibawah saat mendaftar ke KPU sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 18 Tahun 2019, atas perubahan kedua PKPU nomor 03 Tahun 2017 pada Pasal 43 Huruf a, tentang keputusan pimpinan partai politik tingkat pusat atas persetujuan bakal pasangan calon menggunakan formulir model B.1 KWK parpol.

Ketua DPC PKB Minahasa Utara Sarhan Antili saat dikonfirmasi soal SK tersebut mengaku siap mengawal dan mengamankan apa yang sudah diputuskan oleh DPP PKB untuk mengusung pasangan Shintia Gelly Rumumpe dan Petrus Dafni Macarau sebagai calon bupati dan wakil Bupati Minahasa Utara. Ia juga mengaku sudah mendapat pemberitahuan dari DPP soal pembatalan SK berkoalisi dengan PDIP mengusung pasangan Joune Ganda dan Kevin William Dotulong.

“Sebagai kader partai PKB tentu kita harus patuh dengan keputusan yang telah ditetapkan oleh DPP. Yang pasti saat ini saya mendukung pasangan SGR-PDM untuk maju sebagai pasangan calon bupati dan wakil Minahasa Utara sebagaimana yang telah ditetapkan oleh DPP.”terang Antili via telpon saat sedang berada di Bandara samratulangi menuju Jakarta memenuhi panggilan DPP.

Antili menjelaskan bahwa, rujuknya PKB dan Nasdem di Pilkada Minut adalah hal yang lumrah karena politik selalu dinamis yang kapan saja bisa berubah. Jika waktu lalu sempat berkoalisi lalu dibatalkan dan mendukung pasangan lain itu adalah dinamika dan seni dalam berpolitik. Yang pasti apapun yang telah diputuskan DPP harus diamankan dan sebagai politisi dirinya harus patuh dengan keputusan DPP.

 

Penulis : Joel Polutu

News Feed