oleh

Pasar Lokal Ini Tebar Ancaman Corona, Warga: Sebaiknya Pasar Esa Waya Buka Tiap Hari

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Keberadaan pasar lokal di kompleks Kantor Camat dan Terminal Kawangkoan dinilai menebar ancaman penyebaran Coronavirus Disease 2019 atau Covid 19.

Para pedagang kian hari semakin bertambah dan menjamur di sisi jalan simpang empat tersebut. Padahal, lokasi yang semula hanya digunakan pedagang daging setiap hari libur ini hanya diizinkan terbatas untuk pedagang sembako lokal.

Sesui izin lisan Camat Kawangkoan, Eightmi Johanna Moniung, SH, para pedagang mulanya hanya memanfaatkan area lantai dan emperan eks Bioskop Gembira, yang terbakar ini.

Namun selain pedagang di area lantai bekas bioskop telah beranjak, para pedagang pun kian hari semakin bertambah sehingga telah berjejer tak beraturan nyaris di semua sisi jalan hingga mencapai panjang sekira 100 meter.

Kian ironis lagi, tak hanya area manfaat jalan di belakang Terminal Kawangkoan yang dijubeli pedagang. Di dua sisi jalan 17 Agustus Kawangkoan, yang membentang dari Tugu 17 Agustus kawasan pertokoan menuju timur ke arah Remboken, telah berjejer tenda-tenda dan lapak-lapak darurat.

Bahkan, di pojok kanan depan Kantor Camat Kawangkoan tak luput dijadikan tempat menggelar dagangan. Ada tiga tenda darurat di sana.

“Kalau begini, Pasar Esa Waya percuma ditutup. Pasar ternyata hanya dipindahkan, kalau tidak bisa dibilang sorong pasar,” komentar Drs. Johnny Laloan, Ketua LPM Kelurahan Uner, Kecamatan Kawangkoan Utara kepada Fajarmanado.com, Senin (22/6/2020).

Didampingi Ketua LPM Kelurahan Talikuran Utara, Benny Pangaila, Lie, sapaan akrabnya, mengatakan, kesan Pasar Esa Waya pindah untuk sementara waktu karena bahan dagangan yang ada di pasar lokal ini tidak hanya sebatas sembako. Tapi, sudah ada bahan-bahan sekunder.

“Lihat saja, sudah ada yang menjual sandal, cepatu dan lain-lain,” ujarnya sambil menunjuk dagangan yang berada di depan eks bioskop.

Aktivitas jual beli di pasar lokal tersebut tak ada yang mengontrol, layaknya pasar tradisional lainnya di Minahasa. Tak terlihat adanya tong tempat cuci tangan atau pun petugas yang mengarahkan pedagang dan pembeli mematuhi protokol tetap kesehatan.

“Jadi mubazir saja. Beda dengan pasar lokal yang ada di Uner dan Talikuran. Terus diawasi pemerintah kelurahan, seperti halnya pasar di desa-desa,” papar kata Bendahara LPM Kelurahan Sendangan Selatan, Jotje Walewangko, SPd.

Mereka senada mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Minahasa dapat mempertimbangkan kemungkinan Pasar Esa Waya dibuka atau dioperasionalkan kembali.

“Supaya tidak terjadi kepadatan pengunjung, sebaiknya dibuka setiap hari seperti Pasar Tondano dan Pasar Langowan. Tentu dengan protap kesehatan yang ketat,” komentar Ketua LPM Kelurahan Sendangan Tengah, Drs. Eddy F. Ruata yang ditemui terpisah.

Camat Kawangkoan, Eightmi Johanna Moniung, SH belum berhasil dikonfirmasi sampai berita ini tayang. “Ibu camat lagi rapat melalui vidcon dengan Pak Bupati dan Pak Asisten Satu,” ujar ASN di Kantor Camat Kawangkoan sore tadi. Dihubungi melalui WA sekira pukul 17.08 Wita, belum ada respon.

Penulis: Herly Umbas

News Feed