oleh

Puskesmas Tompaso Swab Test 9 Warga di Dua Desa Ini

Tompaso, Fajarmanado.com — Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Tompaso terus getol menyisir semua warga yang kemungkinan Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) dengan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan positif Coronavirus Diseasa 2019 atau Covid 19.

Pantauan Fajarmanado.com, Jumat pagi (19/6/2020) tadi, menumpangi mobil ambulance, sejumlah Nakes yang dipimpin Kepala Puskesmas (Kapus) Tompaso dr. Felix Neidy Mamesah mendatangi beberapa rumah penduduk di Desa Tonsewer Selatan, Desa Talikuran dan Desa Kamanga.

“Ya, kami baru selesai turun lagi melakukan swab test di Tonsewer Selatan dan Talikuran. Sebentar, rapid test di Desa Kamanga,” ujar Dokter Didi, sapaan akrab Kapus Tompaso ketika dikonfirmasi Fajarmanado.com di kantornya, siang tadi.

Baca Juga :  Aktif Cegah Corona, Brimob Maluku Gencar Sosialisasikan Prokes dan Semprotkan Disinfektan

Total warga yang menjalani swab test kali ini, katanya, berjumlah sembilan orang. Tujuh di antaranya swab ke dua dan dua lainnya swab pertama karena diduga KERK dengan pasien Positif Covid 19.

Selain tujuh yang diswab, sembilan warga lainnya dirapid test. “Mereka di Desa Kamanga, yang adalah keluarga PDP 16 tahun yang meninggal dan dikebumikan pada hari Rabu malam lalu,” jelas Dokter Didi.

Menurut Dokter Didi, pihaknya telah melakukan 82 kali swab test dan lebih 100 rapid test di masa pandemi Covid 19. Itu bermula dari pasca meninggalnya kasus teregistrasi nomor 151 Provinsi Sulawesi Utara pada sekitar pertengahan bulan Mei 2020.

Baca Juga :  Brimob Polda Maluku 'Hujani' Kota Ambon dengan Cairan Disinfektan

“Saya cukup bangga karena kebanyakan koorperatif. Hanya ada sekitar empat orang yang menolak selama ini,” ujarnya, sambil membenarkan bahwa dua di antaranya adalah warga Desa Touure.

Dokter Didi membenarkan bahwa rapid dan swab test sejatinya adalah untuk kesehatan bersangkutan dan orang-orang di sekitarnya.

Ia pun mengakui bahwa mereka yang pelaksanaan rapid test dan swab test yang diinisiasi Gugus Tugas Covid 19 tidak dipungut bayaran alias gratis.

“Kalau swadaya, satu kali rapid sampai tiga ratusan ribu. Apalagi swab test, jutaan rupiah,” ujarnya.

Penulis: Herly Umbas

News Feed